Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Terpilih Menjadi Bendahara PA GMNI Kota Malang, Agustian Siagian Janjikan Kerja Nyata Organisasi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Bendahara DPC PA GMNI Kota Malang terpilih, Agustian Siagian, langsung mematok langkah konkret usai dipercaya dalam Konferensi Cabang PA GMNI se-Malang Raya yang digelar Sabtu (17/1/2026). Ia menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali mesin organisasi melalui kerja-kerja nyata, bukan sekadar wacana.

Agustian mengungkapkan, sejak awal dirinya telah menyampaikan tawaran serius kepada organisasi. Mulai dari penyediaan sekretariat, pengurusan konsolidasi alumni, hingga pelaksanaan pelantikan kepengurusan.

“Sekretariat saya siapkan, segala-gampang saya siapkan, pelantikan saya bereskan. Saya minta waktu tiga bulan,” kata Agustian.

Dalam tiga bulan pertama, sekretariat yang disiapkan masih bersifat sementara. Namun, untuk sekretariat permanen, Agustian meminta waktu lebih panjang.

“Kalau sekretariat permanen, enaknya minta waktu dua tahun. Saya siapkan,” tegasnya.

Ia menilai komitmen tersebut bukan tawaran sembarangan, melainkan bentuk keseriusan membangun PA GMNI Kota Malang secara berkelanjutan.

Agustian menyadari, langkah yang ia tawarkan menuntut keberanian dan konsistensi. Ia menyebut tidak banyak kader yang berani menyampaikan komitmen terbuka seperti itu.

“Tawaran itu enggak main-main. Saya pemberani ngasih penawaran kayak gitu,” ucapnya.

Lebih jauh, Agustian menekankan prioritas utamanya adalah menggerakkan organisasi agar kembali hidup dan relevan. Ia bertekad mengakomodir alumni GMNI lintas profesi dan lintas perguruan tinggi, khususnya yang berada di Kota Malang.

“Saya akan melakukan kerja-kerja nyata, menghidupkan mesin organisasi, mengakomodir alumni-alumni GMNI dari lintas profesi,” ujarnya.

Menurut Agustian, PA GMNI harus menjadi wadah integratif antara kader GMNI yang masih aktif dengan para alumni. Selama ini, ia melihat banyak potensi kader dan alumni yang tidak tersalurkan karena tidak adanya ruang bersama untuk berdiskusi, berjejaring, dan mengembangkan gagasan.

“Kita sebenarnya punya banyak potensi, kader-kader GMNI, bahkan alumni yang berkualitas. Tapi karena tidak dikumpulkan dan tidak tahu mau berkumpul di mana, akhirnya mencar ke mana-mana,” terang dia.

Ia mengibaratkan potensi besar tersebut sebagai senjata pamungkas yang perlahan kehilangan daya karena tidak dikelola. Oleh karena itu, PA GMNI harus hadir sebagai wadah yang mampu menampung, mengorganisasi, dan menyalurkan potensi itu ke pos-pos strategis.

“Perlu sebuah wadah untuk mengakomodir mereka. Saya reponya ke situ,” tegas Agustian.

Fokus kerja Agustian dalam waktu dekat diarahkan pada wilayah Kota Malang. Ia menilai pendekatan tersebut realistis mengingat aktivitas dan jejaringnya lebih banyak berada di Malang.

“Kalau di Jakarta saya enggak punya jaringan. Yang Kota Malang ini paling gampang, karena saya sehari-hari hidupnya di Kota Malang,” katanya.

Agustian juga menepis anggapan pencalonannya didorong ambisi pribadi. Ia menegaskan keputusannya maju dilandasi keresahan melihat kondisi organisasi.

“Saya maju bukan karena ambisi, tapi karena keresahan dari dalam hati saya sendiri melihat situasi organisasi kita seperti ini,” tekannya.

Dengan pendekatan kerja konkret dan orientasi jangka panjang, Agustian berharap PA GMNI Kota Malang dapat kembali menjadi rumah besar bagi alumni GMNI. Tidak hanya sebagai ruang silaturahmi, tetapi juga sebagai pusat gagasan, kajian, dan distribusi kader ke berbagai sektor strategis.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *