google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

13 Tahun Wafat, Spirit Prof KH Ahmad Muchdlor Terus Hidup di Pesantren Luhur Malang

  • Bagikan
Saleh, perwakilan Pemerintah Kota Malang menyampaikan sambutan Wali Kota Malang, Sabtu (18/07/2026)
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com– Tiga belas tahun setelah wafatnya Prof. Dr. KH Ahmad Muchdlor, SH, semangat perjuangan pendiri Lembaga Tinggi Pesantren Luhur (LTPLM) Malang itu dinilai tetap hidup melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian yang terus dijalankan pesantren. Hal itu mengemuka dalam peringatan Haul ke-13 Prof. KH Ahmad Muchdlor yang digelar di kompleks Pesantren Luhur Malang, Minggu (19/7).

Ketua Yayasan LTPLM, Gus Muhammad Dani Farafis mengatakan, haul bukan sekadar mengenang sosok pendiri pesantren, melainkan melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan kepada para santri dan masyarakat.

“Beliau hadir di Malang bukan untuk berjalan sendiri, tetapi membawa estafet perjuangan para guru-gurunya. Karena itu sudah sewajarnya kami sebagai santri dan keluarga terus mengenang sekaligus meneruskan perjuangan beliau,” ujarnya.

Menurutnya, Prof. KH Ahmad Muchdlor dikenal sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan pembangunan umat. Spirit tersebut hingga kini masih menjadi pijakan dalam pengembangan Pesantren Luhur.

Kesaksian serupa disampaikan Pengasuh Ponpes Ribat Al-Maliki 2 Tambakberas Jombang KH Muhammad Syifa Malik. Alumni angkatan pertama Pesantren Luhur itu mengenang almarhum sebagai ulama multitalenta yang memiliki visi jauh ke depan dalam membangun pendidikan pesantren di tengah lingkungan kampus.

“Saya datang ke sini awalnya hanya ingin bertemu beliau. Ternyata justru diajak bersama-sama mendirikan pesantren. Dari sanalah Pesantren Luhur tumbuh dan melahirkan banyak alumni yang kini mengabdi di berbagai bidang,” katanya.

Ia menilai keberhasilan para alumni menjadi bukti bahwa keberkahan ilmu yang ditanamkan almarhum masih terus dirasakan hingga sekarang.

Sementara itu, sambutan Wali Kota Malang yang dibacakan perwakilannya, Saleh, menyebut haul menjadi momentum merawat keteladanan tokoh yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan dakwah.

“Haul bukan sekadar menghitung waktu sejak seseorang wafat, tetapi menjadi jembatan untuk menghidupkan kembali akhlak, keteladanan, dan nilai perjuangannya. Kami mengapresiasi istiqamah Pesantren Luhur yang terus menyelenggarakan haul setiap tahun,” ungkapnya.

Peringatan haul dihadiri ulama, akademisi, alumni, santri, serta masyarakat. Rangkaian acara diisi pembacaan tahlil, istigasah, mauidah hasanah, hingga doa bersama sebagai bentuk penghormatan atas jasa Prof. KH Ahmad Muchdlor dalam membangun tradisi keilmuan dan pesantren di Kota Malang.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *