google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kabupaten Malang Bergerak: Apel Hijau Wujud Nyata Cinta Lingkungan

  • Bagikan
Peserta penanaman pohon saat foto bersama, Selasa (29/4/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Kabupaten Malang kembali menunjukkan kepedulian serius terhadap isu lingkungan hidup. Selasa pagi, (29/4/2025), ratusan personel dari berbagai instansi dan elemen masyarakat berkumpul di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Kecamatan Karangploso. Mereka hadir dalam kegiatan bertajuk Apel Hijau dengan tema besar Merawat Mata Air dan Bersih Sungai, sebuah aksi yang tak hanya simbolik, tetapi nyata dan menyentuh akar persoalan lingkungan hari ini.

Dari Seremonial Menuju Aksi Nyata

Acara dimulai dengan apel yang dipimpin langsung oleh Dandim 0818/Malang-Batu, Letkol Inf Yuda Sancoyo. Dalam sambutannya, Yuda menegaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan atau seremoni belaka, tetapi sebuah bentuk kepedulian yang terencana dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk nyata kepedulian kami terhadap kelestarian lingkungan. Sungai yang bersih dan alam yang hijau akan menjadi warisan penting untuk anak cucu kita,” tegas Yuda di hadapan peserta apel.

Prajurit TNI AD saat melakukan penanaman pohon, Selasa (29/4/2025) (04/iKoneksi.com)

Pernyataan tersebut bukan hanya retorika. Setelah apel, seluruh peserta langsung terjun ke lokasi pembersihan sungai dan melakukan penanaman pohon di sekitar mata air.

“Langkah-langkah ini menjadi simbol sekaligus praktik langsung dari semangat merawat bumi yang tengah digelorakan,” ucap Yuda.

Partisipasi Lintas Instansi: Kekuatan Bersama untuk Alam

Salah satu tokoh lingkungan yang aktif mendorong kegiatan ini adalah Fitri Harianto, pendiri Baskosmas Alamku Hijau, yang akrab disapa Cak Ndan, menambahkan sekitar 200 peserta ikut serta dalam kegiatan ini, terdiri dari unsur TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, relawan, mahasiswa, dan warga sekitar. Personel dari Lanud Abd Saleh juga turut ambil bagian, tergabung dalam satu regu bersama personel Kodim 0818, Yonkes Divif 2 Kostrad, Lanal Malang, Polsek Karangploso, serta berbagai elemen lainnya.

“Kehadiran personel Lanud Abd Saleh menjadi bukti TNI AU tidak hanya fokus pada aspek pertahanan udara, tetapi juga peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup. Keterlibatan mereka dalam aksi bersih-bersih sungai dan penanaman pohon menunjukkan komitmen nyata TNI AU dalam sinergi dengan masyarakat sipil,” kata Cak Ndan.

Komunitas dan Aktivis Lingkungan Turut Ambil Peran

Cak Ndan, menyebutkan apel Hijau ini digagas oleh Komunitas Sosial Komunikasi Masyarakat Malang Raya, di bawah koordinasi Hartono. Aksi ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bumi, yang diperingati setiap April.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kampanye lingkungan untuk berperan aktif dan mengajak berbagai stakeholder, bukan hanya masyarakat, tapi juga mereka yang punya anggaran dan kebijakan terkait keberlanjutan alam,” ujar Cak Ndan.

Ia menambahkan edukasi tidak bisa berhenti pada seremoni, tetapi harus menanamkan rasa tanggung jawab di tengah masyarakat.

“Kami ingin masyarakat sadar, menjaga lingkungan bukan hanya tugas kepala desa, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Mengapa Sungai dan Mata Air?

Sungai dan mata air adalah dua komponen penting dalam keberlangsungan hidup manusia dan ekosistem. Sayangnya, keduanya kini semakin terancam oleh pencemaran, penggundulan hutan, dan perubahan iklim. Apel Hijau hadir sebagai bentuk pengingat bahwa menjaga dua sumber kehidupan ini adalah tugas bersama yang tak bisa ditunda.

“Dengan melakukan pembersihan sungai dan penanaman pohon di sekitar mata air, para peserta tidak hanya membuat perubahan hari itu juga, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap ekosistem sekitar. Akar pohon yang ditanam hari ini akan menjadi penjaga aliran air bersih di masa mendatang,” ungkap Cak Ndan.

Menjadi Gerakan yang Terus Tumbuh

Apel Hijau ini ditegaskan Cak Ndan bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan. Peserta diharapkan membawa semangat ini ke komunitas masing-masing, menggaungkan pentingnya pelestarian alam, dan mendorong lebih banyak partisipasi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor, dari militer hingga warga sipil, bisa menjadi kekuatan besar dalam menyelamatkan lingkungan. Kini, tugas kita semua adalah memastikan semangat yang menyala di Karangploso itu tak padam, melainkan terus menyebar hingga setiap desa, sungai, dan mata air terjaga oleh kesadaran kolektif yang kuat,” pungkas Cak Ndan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *