google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Disdikbud dan Dinsos Kota Malang Verifikasi Data, Seragam Gratis Diprioritaskan untuk Siswa Prasejahtera

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Malang mulai mematangkan pelaksanaan program bantuan seragam sekolah gratis menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang akan melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang.

Langkah tersebut dilakukan setelah proses pendataan calon penerima bantuan mulai berjalan di sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri maupun swasta yang menjadi sasaran program.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengatakan verifikasi diperlukan agar bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera dan membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

“Program ini diprioritaskan bagi siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP yang berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu data penerima harus benar-benar dicermati agar tidak salah sasaran,” ujarnya saat ditemui iKoneksi.com, Rabu (15/7/2026).

Tidak Semua Siswa Baru Akan Menerima Bantuan

Dalam pelaksanaan program tahun ini, Disdikbud menegaskan bahwa bantuan seragam gratis tidak diberikan kepada seluruh peserta didik baru. Pemerintah Kota Malang akan menerapkan sistem seleksi berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga calon penerima.

Karena itu ia menekankan, dalam setiap kegiatan sosialisasi kepada orang tua maupun wali murid, pihak sekolah diminta menjelaskan bahwa program bantuan hanya diperuntukkan bagi siswa yang memenuhi kriteria tertentu. Kebijakan tersebut diambil agar anggaran yang tersedia dapat difokuskan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

“Orang tua perlu memahami sejak awal bahwa tahun ini tidak semua siswa akan mendapatkan fasilitas seragam gratis. Program ini memang diarahkan untuk membantu keluarga prasejahtera,” jelas Suwarjana.

Verifikasi Data Libatkan Dinas Sosial

Setelah formulir pendaftaran bantuan dikumpulkan oleh sekolah, Disdikbud akan melakukan pencermatan data secara menyeluruh. Tahapan berikutnya adalah proses validasi bersama Dinas Sosial Kota Malang untuk memastikan status ekonomi keluarga calon penerima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Kolaborasi kedua perangkat daerah tersebut dinilai penting untuk menghindari potensi ketidaktepatan penyaluran bantuan. Data penerima nantinya akan dicocokkan dengan basis data kesejahteraan sosial serta dokumen pendukung lainnya yang dimiliki pemerintah,” beber dia.

Ia mengungkapkan dengan mekanisme itu, bantuan diharapkan dapat benar-benar menyasar keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Anggaran Rp1,5 Miliar Disiapkan

Pemkot Malang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk mendukung pelaksanaan program bantuan seragam sekolah gratis pada tahun ajaran baru ini. Namun hingga saat ini jumlah pasti penerima bantuan masih menunggu hasil pendataan dan verifikasi yang sedang dilakukan.

Menurut Suwarjana, pemerintah memilih berhati-hati sebelum menetapkan jumlah penerima agar seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel.

“Jumlah penerima belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil verifikasi dan validasi data. Setelah semua proses selesai, baru akan diketahui berapa siswa yang memenuhi syarat,” sebutnya.

“Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengurangi beban biaya pendidikan yang masih dirasakan sebagian masyarakat, khususnya pada awal tahun ajaran baru ketika kebutuhan perlengkapan sekolah meningkat,” sambungnya.

Seragam Siap Pakai Disesuaikan Ukuran Siswa

Berbeda dengan bantuan dalam bentuk uang tunai, program yang disiapkan Pemkot Malang kali ini akan diberikan dalam bentuk seragam sekolah siap pakai. Karena itu, saat proses pendataan berlangsung, orang tua atau wali murid juga diminta menyertakan ukuran seragam anak secara rinci.

“Data ukuran tersebut akan menjadi dasar dalam proses pengadaan sehingga seragam yang diterima siswa sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” tekan dia.

Pemerintah berharap mekanisme ini dapat membuat bantuan lebih efektif dan langsung dapat digunakan ketika kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Selain meringankan beban ekonomi keluarga, program seragam gratis juga diharapkan mampu mendukung pemerataan akses pendidikan serta meningkatkan semangat belajar siswa dari keluarga prasejahtera,” tutur dia.

Komitmen Pemkot Ringankan Beban Pendidikan

Program bantuan seragam gratis menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam mendukung dunia pendidikan di Kota Malang. Di tengah meningkatnya kebutuhan biaya sekolah, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak tanpa harus terbebani pengeluaran tambahan.

“Melalui proses verifikasi yang ketat dan melibatkan Dinas Sosial, Pemkot Malang berupaya memastikan setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan pendataan yang akurat, pemerintah optimistis program bantuan seragam gratis dapat menjadi instrumen nyata untuk mendukung keberlanjutan pendidikan sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi keluarga prasejahtera di Kota Malang,” tutup dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *