google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Prodi Kehutanan UMM Rayakan Hari Lahir dengan Gerakan Hijau

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Program Studi (Prodi) Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar aksi menanam pohon di kawasan Pujon Hill, Kabupaten Malang, Ahad (30/11/2025). Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, hari lahir Program Studi Kehutanan UMM, sekaligus merespons meningkatnya bencana alam di berbagai daerah Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang menelan ratusan korban jiwa dalam beberapa bulan terakhir.

Aksi tanam pohon ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian UMM terhadap kondisi lingkungan yang terus terdegradasi. Selain civitas academica, kegiatan juga diikuti berbagai mitra kehutanan dan masyarakat lokal. Ribuan bibit tanaman hutan ditanam sebagai upaya jangka panjang memperkuat tutupan lahan dan mendorong mitigasi bencana hidrometeorologi.

Kepala UPT KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) UMM, Febri Arif Cahyo Wibowo, S.Hut., M.Sc., menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan.

“Peningkatan bencana yang kita lihat di berbagai wilayah Indonesia tidak lepas dari kerusakan lingkungan dan menurunnya fungsi hutan. Karena itu, gerakan menanam harus menjadi kesadaran kolektif. Kami di UMM berkomitmen menjadikan kawasan KHDTK sebagai pusat edukasi, penelitian, dan aksi nyata pemulihan lingkungan,” sebutnya.

Wakil Rektor Bidang IV UMM, Muhamad Salis Tuniardi, M.S., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami pentingnya hutan sebagai penyangga kehidupan.

“Bencana bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Ada proses panjang yang dipicu alih fungsi lahan, erosi, dan hilangnya vegetasi. UMM akan terus hadir dengan program-program konkret untuk mendukung ketahanan ekologis,” tuturnya.

Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, MP., IPM., juga menyoroti pentingnya pendidikan lingkungan bagi generasi muda. Ia mengatakan bahwa peringatan hari lahir Prodi Kehutanan UMM harus menjadi pengingat bahwa peran akademisi tidak berhenti di ruang kelas.

“Mahasiswa kehutanan harus terjun langsung melihat kondisi lapangan, memahami tantangan, serta hadir sebagai solusi. Aksi menanam ini menjadi wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Perbenihan Tanaman Hutan, Agusthiningtyar Marini, S.Hut., M.AP., menjelaskan bahwa bibit yang ditanam merupakan jenis-jenis lokal yang adaptif terhadap kondisi tanah dan iklim pegunungan Pujon.

“Kami menyiapkan bibit yang cocok untuk pemulihan kawasan. Tanaman yang kuat bukan hanya memperindah lanskap, tetapi juga memperkuat struktur tanah sehingga mampu mengurangi potensi longsor dan banjir,” ujarnya.

Aksi tanam pohon diakhiri dengan seruan bersama untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana. Warkoyo menegaskan program reboisasi akan terus berlanjut dan tidak berhenti pada peringatan seremonial semata.

“Gerakan berkelanjutan akan dilakukan di area KHDTK dan wilayah rawan bencana lain di Jawa Timur,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *