google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

OJK Gandeng ILO Perkuat Pembiayaan Peternak Sapi Perah di Jawa Timur

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Malang, iKoneksi.com– Akses pembiayaan bagi peternak sapi perah di Jawa Timur kini diperkuat melalui digitalisasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Kamis (11/06/2026). Sistem tersebut diharapkan mampu membuka akses pembiayaan formal bagi lebih dari 10 ribu anggota koperasi sapi perah di Jawa Timur.

Peluncuran ERP merupakan bagian dari program PROMISE 2 IMPACT, hasil kolaborasi OJK, ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO). Program ini ditujukan untuk memperluas akses keuangan, mendorong digitalisasi, sekaligus memperkuat rantai nilai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso mengatakan, selama ini banyak peternak kesulitan memperoleh pembiayaan formal karena belum memiliki data usaha yang terdokumentasi secara memadai.

“Kami mendapatkan laporan para peternak yang kerap menghadapi hambatan dalam mengakses pembiayaan formal akibat keterbatasan data yang valid, profil usaha yang tidak jelas, kapasitas produksi yang simpang siur, dan kondisi keuangan peternak yang belum terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.

Melalui sistem ERP, seluruh data produksi, operasional, hingga kondisi keuangan koperasi dapat tercatat secara real time. Data tersebut kemudian terhubung dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) sehingga lembaga keuangan memiliki dasar yang lebih akurat dalam menilai kelayakan kredit peternak.

“Melalui data yang dihasilkan oleh sistem ERP ini, pemeringkat kredit alternatif dapat membangun profil kredit peternak dengan lebih objektif, akurat, dan inklusif. Sistem ini menjadi jembatan yang menghubungkan peternak rakyat dengan ekosistem jasa keuangan formal,” tambah Adi.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste Simrin Singh menilai digitalisasi menjadi kunci meningkatkan produktivitas dan ketahanan usaha. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang lebih inklusif bagi masyarakat.

Senada, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyebut sektor sapi perah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi pedesaan. Karena itu, digitalisasi dan perluasan akses keuangan dinilai menjadi fondasi penting bagi pengembangan peternakan yang lebih modern dan berdaya saing.

Saat ini, sistem ERP telah diterapkan di tiga koperasi sapi perah prioritas, yakni KAN Jabung Kabupaten Malang, Koperasi Peternak Sapi Perah Setia Kawan, dan KPUD Tani Wilis. Ketiganya menaungi lebih dari 10 ribu peternak. Ke depan, model tersebut diharapkan dapat direplikasi di sektor usaha dan daerah lain di Indonesia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *