google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UB Kirim 55 Relawan ke Agam, Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp1,5 Miliar

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan memberangkatkan 55 relawan ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk membantu penanganan dampak bencana. Pemberangkatan dilakukan melalui Emergency and Disaster Team (EDT) UB pada Minggu (7/12/2025).

Relawan yang diterjunkan merupakan gabungan dari Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim ini akan fokus pada pelayanan kesehatan darurat, penyediaan air bersih, hingga pendampingan psikososial bagi para pengungsi.

Kepala Tim Tanggap Bencana Sumatera, dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.EM., KPEC, menjelaskan bahwa relawan terdiri dari lintas unsur sivitas akademika. Total personel yang diberangkatkan meliputi 16 dosen, 10 tenaga kependidikan, dua mahasiswa spesialis, dan 14 mahasiswa.

“Selain personel, UB juga mengirimkan bantuan kemanusiaan bernilai lebih dari Rp1,5 miliar. Bantuan tersebut mencakup obat-obatan, logistik, sembako, peralatan dapur umum, perlengkapan edukasi, tenda darurat, hingga peralatan pengolahan air bersih,” katanya.

“Total nilai bantuan lebih dari Rp1,5 miliar. Dana ini merupakan gabungan dari program kampus Universitas Brawijaya dan Yayasan UB,” ujar Aurick.

Selama bertugas di Kabupaten Agam, para relawan akan membuka layanan kesehatan darurat bagi pengungsi, menyediakan akses air bersih menggunakan mesin penjernih air hasil inovasi UB, serta memberikan layanan psikososial untuk membantu pemulihan mental warga terdampak, terutama anak-anak dan kelompok rentan.

“Keberangkatan tim kemanusiaan UB dibagi dalam tiga tahap. Tim awal atau Advance Joint Unit (AJU) diberangkatkan lebih dulu pada Sabtu (6/12/2025) untuk melakukan koordinasi lapangan dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. Selanjutnya, pengiriman bantuan logistik dilakukan pada Minggu (7/12/2025), disusul keberangkatan dosen dan mahasiswa relawan pada Senin (8/12/2025),” bebernya.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menyampaikan duka cita mendalam atas bencana yang melanda Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan membantu masyarakat di saat krisis.

“Universitas tidak boleh hanya menjadi menara gading. Ketika masyarakat menghadapi bencana, kampus harus turun langsung memberikan kontribusi nyata,” ujar Prof. Widodo.

Ia menjelaskan pengiriman relawan dan bantuan ini dilakukan di tengah rangkaian Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya. Menurutnya, momentum tersebut justru memperkuat semangat empati dan kepedulian sosial sivitas akademika.

“Di tengah kegiatan Dies Natalis ke-63 ini, kita harus berempati dan mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana agar semua proses penanganan berjalan dengan baik,” katanya.

Sebagai bentuk solidaritas, UB juga menginisiasi program DIES UB Peduli Sumatera. Program ini menjadi wadah penggalangan donasi dari sivitas akademika dan masyarakat umum untuk mendukung penanganan bencana di Sumatera Barat.

“Selain pengumpulan donasi, UB menggelar moment of silence sebagai bentuk doa bersama bagi para korban terdampak bencana. Pada kesempatan tersebut, pimpinan universitas secara simbolis juga memasangkan rompi kepada relawan yang akan bertugas di lapangan,” sebut Widodo.

Ia berharap kehadiran relawan dan bantuan kemanusiaan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

“Melalui aksi ini, UB menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik dan riset, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *