google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Cegah Penularan Campak, Dinkes Kota Malang Lakukan Imunisasi Massal

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menyiapkan vaksinasi campak ulang bagi hampir 116 ribu warga menyusul belum tercapainya kekebalan kelompok atau herd immunity. Langkah ini dilakukan melalui skema Outbreak Response Immunization (ORI) untuk menekan risiko penularan campak yang kini muncul lintas kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan ORI diterapkan tanpa mempertimbangkan riwayat imunisasi sebelumnya. Artinya, warga yang sudah menerima imunisasi lengkap maupun yang belum, tetap akan disasar dalam program ini.

“Jumlah sasaran hampir 116 ribu. Karena ini outbreak response immunization, status imunisasi sebelumnya tidak kita hitung. Semuanya akan kita vaksin,” kata Husnul.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti mengulang imunisasi, melainkan strategi respons wabah karena tingkat kekebalan kelompok belum tercapai. Dinkes menargetkan minimal 75 persen cakupan vaksinasi agar herd immunity terbentuk dan potensi penularan dapat ditekan.

“Bukan mengulang, tapi ini ORI. Karena herd immunity belum tercapai, maka kita masuk ke skema ini,” ujarnya.

Menurut Husnul, capaian imunisasi campak di Kota Malang hingga saat ini masih berada di bawah ambang batas yang dibutuhkan untuk membentuk kekebalan kelompok. Program vaksinasi massal direncanakan mulai 6 Februari, dengan fokus mengejar target cakupan tersebut.

“Sekarang belum sampai 75 persen. Makanya mulai 6 Februari kita kejar herd immunity campak,” jelasnya.

Dinkes mencatat kasus campak sepanjang 2025 tidak lagi terkonsentrasi di wilayah tertentu. Jika sebelumnya kasus muncul di beberapa kelurahan seperti kawasan Kota Lama dan Bumiayu, kini penyebarannya telah lintas kecamatan.

“Sekarang penyebarannya tidak hanya di satu wilayah. Ada di beberapa kecamatan,” sebut Husnul.

Ia menjelaskan, tingginya mobilitas masyarakat Kota Malang menjadi salah satu faktor yang memicu penyebaran. Kondisi tersebut diperparah dengan masih adanya celah pada imunisasi rutin di sejumlah wilayah.

“Mobilitas masyarakat tinggi, sementara di beberapa titik herd immunity tidak tercapai. Imunisasi rutin juga ada yang bolong,” terang dia.

Selain itu, faktor kondisi individu turut memengaruhi risiko penularan, seperti status gizi anak yang kurang baik serta lingkungan yang tidak mendukung kesehatan. Faktor cuaca dinilai tidak berpengaruh langsung terhadap virus campak, namun dapat melemahkan daya tahan tubuh.

“Cuaca tidak berpengaruh langsung, tapi bisa menurunkan daya tahan tubuh,” beber dia.

Husnul juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala awal campak. Penyakit ini umumnya diawali dengan demam, disusul munculnya ruam kemerahan khas di belakang telinga yang kemudian menyebar ke wajah dan tubuh.

“Campak itu panas dan ruam. Ruamnya merah, bukan berair. Kalau berair itu cacar air atau varicella,” papar dia.

“Dinkes Kota Malang berharap vaksinasi ORI dapat meningkatkan kekebalan masyarakat secara merata dan mencegah meluasnya kasus campak, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *