google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hari Kedua Sumbagut Masih Blackout, Desakan Copot Dirut PLN Menguat

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Memasuki hari kedua, pemadaman listrik total atau blackout di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) belum juga pulih, Minggu (24/5/2026). Kondisi ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat, sekaligus memunculkan gelombang kritik terhadap kinerja Perusahaan Listrik Negara.

Sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Riau, Jambi, hingga Aceh masih mengalami pemadaman listrik yang berlangsung tanpa kepastian waktu pemulihan. Aktivitas masyarakat pun terganggu signifikan, mulai dari sektor rumah tangga hingga dunia usaha.

Di Kota Medan, kondisi gelap yang berlangsung lebih dari 24 jam mulai berdampak pada stabilitas aktivitas publik. Sejumlah warga mengaku kesulitan menjalankan kegiatan sehari-hari, terutama yang bergantung pada listrik dan jaringan digital.

“Sudah dua hari gelap, aktivitas benar-benar terganggu. Kami butuh kejelasan, jangan hanya menunggu tanpa kepastian,” kata Andi (41), warga Kota Medan.

Keluhan serupa datang dari Pekanbaru, Riau. Warga mengaku kehilangan produktivitas akibat padamnya listrik yang berkepanjangan. Selain itu, gangguan jaringan komunikasi memperparah situasi.

“Pekerjaan terhenti, usaha juga ikut terdampak. Kami berharap ada penjelasan jelas dari PLN,” ucap Siti (29), warga Pekanbaru.

Di Jambi dan Aceh, kondisi tidak jauh berbeda. Pemadaman listrik yang berlangsung lama membuat masyarakat mulai mempertanyakan kesiapan sistem kelistrikan dalam menghadapi gangguan besar.

Rahmat, warga Banda Aceh, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak yang lebih luas jika kondisi ini terus berlanjut.

“Kalau berhari-hari seperti ini, bukan hanya aktivitas terganggu, tapi juga ekonomi masyarakat bisa terdampak besar,” ujarnya.

Seiring berlanjutnya blackout, kritik terhadap PLN semakin menguat. Sejumlah warga bahkan menyuarakan desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan sistem operasional perusahaan listrik negara tersebut. Desakan keras juga muncul di ruang publik, termasuk tuntutan agar pimpinan tertinggi PLN bertanggung jawab atas kejadian ini. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi terkait langkah evaluasi tersebut.

Salah seorang pengamat, Bryan Gultom menilai, blackout berkepanjangan seperti ini menjadi ujian serius bagi keandalan infrastruktur kelistrikan nasional. Transparansi informasi serta kecepatan penanganan dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik.

“Di sisi lain, masyarakat berharap pemulihan listrik dapat segera dilakukan secara menyeluruh. Selain itu, mereka juga menuntut adanya penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan serta langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang,” serunya.

Hingga saat ini, sebagian wilayah dilaporkan mulai mengalami pemulihan bertahap, namun banyak daerah yang masih menunggu kepastian. Situasi ini membuat masyarakat tetap berada dalam kondisi waspada sekaligus berharap adanya solusi cepat dari pihak terkait. Blackout yang memasuki hari kedua ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menjadi sorotan publik terkait kesiapan layanan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *