google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UM Kenalkan Fish Finder untuk Tingkatkan Produktivitas Nelayan Tugurejo

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Blitar, iKoneksi.com – Universitas Negeri Malang (UM) mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna bagi nelayan tradisional di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Melalui program pengabdian kepada masyarakat tahun 2026, UM mengenalkan perangkat fish finder dan sensor suhu air laut untuk membantu nelayan menemukan lokasi ikan secara lebih akurat.

Program yang berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) itu menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang didanai internal UM. Selain memperkenalkan teknologi, tim pengabdian juga membekali nelayan dengan pelatihan pengelolaan usaha dan pembukuan sederhana agar usaha perikanan dapat dikelola lebih baik.

Kegiatan diikuti perangkat desa, akademisi UM, serta anggota Kelompok Nelayan Desa Tugurejo. Melalui kolaborasi tersebut, UM berharap teknologi dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus menekan biaya operasional melaut.

Kepala Desa Tugurejo, Supangat mengapresiasi kepercayaan UM yang menjadikan desanya sebagai lokasi pengabdian. Menurutnya, program tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam aktivitas melaut.

“Teknologi ini kami harapkan bisa membantu nelayan mendapatkan hasil tangkapan yang lebih baik, menghemat biaya operasional, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memastikan pemerintah desa siap mendukung keberlanjutan program melalui kerja sama dengan kelompok nelayan dan Universitas Negeri Malang.

Senada dengan itu, Ketua Kelompok Nelayan Tugurejo, Hardi Toyo mengaku sebagian besar nelayan masih mengandalkan pengalaman dan tanda-tanda alam untuk menentukan lokasi penangkapan ikan. Cara tersebut dinilai belum selalu efektif.

“Dengan adanya fish finder dan sensor suhu air laut, kami berharap lokasi ikan bisa diketahui lebih tepat sehingga waktu melaut lebih efisien, bahan bakar lebih hemat, dan hasil tangkapan meningkat,” katanya.

Hardi berharap pendampingan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi terus berlanjut hingga seluruh nelayan mampu mengoperasikan perangkat tersebut secara mandiri.

Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat UM 2026 Mifdal Zusron Alfaqi menjelaskan, program tersebut tidak sekadar memasang alat, tetapi juga memastikan masyarakat mampu menguasai dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan adalah Participatory Technology Transfer (PTT), yakni melibatkan nelayan sejak tahap identifikasi kebutuhan, pemasangan alat, pelatihan, hingga pendampingan penggunaan teknologi.

“Nelayan bukan hanya penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku utama yang nantinya mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri,” jelasnya.

Selain pelatihan penggunaan fish finder dan sensor suhu air laut, tim pengabdian juga memberikan pendampingan manajemen usaha, termasuk pembukuan sederhana. Harapannya, nelayan tidak hanya lebih produktif saat melaut, tetapi juga mampu mengelola usahanya secara lebih profesional.

Mifdal menambahkan, program tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir, pemanfaatan inovasi teknologi, serta pengelolaan sumber daya laut yang lebih berkelanjutan.

“Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai penggunaan fish finder, pemanfaatan sensor suhu air laut, strategi menentukan daerah penangkapan ikan berbasis data, hingga upaya menekan biaya operasional melaut,” sebut dia.

“Melalui program ini, UM berharap nelayan Desa Tugurejo mampu meningkatkan hasil tangkapan, mengurangi pengeluaran saat melaut, serta lebih mandiri dalam memanfaatkan teknologi. Pendampingan usaha yang diberikan juga diharapkan dapat memperkuat daya saing nelayan sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,” tukas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *