google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hafal 30 Juz Al-Qur’an, Alumni PTAC Damulipekan Lulus Taruna Akademi Angkatan Laut

  • Bagikan
Mustafa Wahyudi Rambe, alumni Pesantren Tahfizh Azhar Centre (PTAC) Damulipekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), berhasil lulus sebagai Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL). Santri penghafal 30 juz Al-Qur'an tersebut diumumkan lolos seleksi di Magelang, Kamis (30/7/2026).
banner 468x60
Mustafa Wahyudi Rambe, alumni Pesantren Tahfizh Azhar Centre (PTAC) Damulipekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), berhasil lulus sebagai Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL). Santri penghafal 30 juz Al-Qur’an tersebut diumumkan lolos seleksi di Magelang, Kamis (30/7/2026).

Kab. Labuhanbatu Utara, iKoneksi.com – Mustafa Wahyudi Rambe, alumni Pesantren Tahfizh Azhar Centre (PTAC) Damulipekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), berhasil lulus sebagai Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL). Santri penghafal 30 juz Al-Qur’an tersebut diumumkan lolos seleksi di Magelang, Kamis (30/7/2026).

Keberhasilan Mustafa mendapat apresiasi dan rasa syukur dari keluarga besar PTAC Damulipekan. Pimpinan PTAC, H M Ifdarsyam Ritonga, Lc., mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi pesantren sekaligus membuktikan bahwa lulusan pesantren mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara di berbagai bidang, termasuk sebagai prajurit TNI.

“Alhamdulillah, keluarga besar PTAC menyambut dengan rasa syukur dan bangga yang luar biasa atas lulusnya Mustafa Wahyudi Rambe di Akademi Angkatan Laut,” ujarnya.

Menurut H Ifdarsyam, keberhasilan Mustafa merupakan bukti bahwa nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan ketakwaan yang ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren dapat menjadi fondasi kuat dalam mengemban amanah sebagai abdi negara.

Ia menegaskan, lulusan pesantren tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa nilai-nilai yang dipelajari di pesantren merupakan fondasi yang sangat kuat untuk berbakti kepada bangsa dan negara. Dari santri untuk negeri. Lulusan pesantren tidak hanya siap menjaga akidah, tetapi juga siap pasang badan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

H Ifdarsyam berharap Mustafa dapat menjalankan pendidikan militernya dengan baik serta menjadi prajurit yang menjunjung tinggi integritas dan nilai-nilai keislaman yang telah diperoleh selama menjadi santri.

Ia juga berpesan agar Mustafa menjadi prajurit yang patriotik, berakhlakul karimah, dan senantiasa dicintai rakyat dalam menjalankan tugas pengabdiannya di masa mendatang.

“Jadilah prajurit yang patriotik, berakhlakul karimah, dan dicintai rakyat. Doa para asatiz dan seluruh dewan guru selalu menyertai setiap langkah Mustafa,” ungkapnya.

Keberhasilan Mustafa Wahyudi Rambe diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para santri lainnya bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang unggul, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu berprestasi dan mengabdi kepada negara melalui berbagai profesi dan institusi strategis.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *