google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Handi Priyanto Pastikan Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Semarang Berjalan Cepat, Distribusi SPPG Dihentikan Sementara

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Semarang, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani dugaan keracunan pangan yang menimpa ratusan siswa dan guru di SMK Negeri 6 Kota Semarang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Handi Priyanto memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis, sementara distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semarang Timur (Karangturi) dihentikan sementara hingga hasil investigasi selesai.

Sekda Kota Semarang Handi Priyanto, mengatakan berdasarkan laporan resmi yang dirilis Pemerintah Kota Semarang, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Dugaan keracunan muncul setelah sejumlah siswa dan guru mengalami gejala usai mengonsumsi makanan yang disediakan SPPG Semarang Timur (Karangturi) di bawah Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri.

“Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama jaringan puskesmas dan rumah sakit rujukan langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat terhadap para korban,” sebut dia.

707 Orang Alami Gejala, Sembilan Dirujuk ke Rumah Sakit

Data sementara menunjukkan terdapat 707 orang yang mengalami gejala, terdiri dari 693 siswa dan 14 guru. Dari jumlah tersebut, sembilan orang harus dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan karena mengalami gejala yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Mereka dirawat di empat fasilitas kesehatan berbeda, yakni Puskesmas Halmahera, RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu.

“Sementara itu, sebagian besar korban lainnya mendapat penanganan medis langsung di lingkungan sekolah. Pemkot Semarang juga mencatat total penerima manfaat program makan bergizi di lokasi tersebut mencapai 2.370 orang, termasuk 1.458 penerima manfaat di SMK Negeri 6 Kota Semarang,” beber mantan Kepala Bapenda Kota Malang itu.

Handi Priyanto: Investigasi Dilakukan Secara Menyeluruh

Ia memastikan pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan korban, tetapi juga melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut. Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan telah diterjunkan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Selain itu, petugas juga mengamankan sampel makanan, sisa pangan, serta spesimen korban guna diperiksa di laboratorium.

“Pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak sekolah, pengelola SPPG, serta Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri untuk menelusuri sumber makanan yang diduga menjadi penyebab munculnya gejala pada ratusan penerima manfaat,” lugasnya.

Distribusi Makanan Dihentikan Sementara

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Semarang memutuskan menghentikan sementara distribusi makanan dari SPPG terkait hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi epidemiologi selesai dilakukan. Selain menunggu hasil uji laboratorium, pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi para korban serta melakukan pendataan terhadap seluruh penerima manfaat yang berpotensi terdampak.

“Koordinasi lintas sektor juga dilakukan bersama Dinas Pendidikan, Badan Gizi Nasional (BGN), penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan instansi terkait lainnya guna mencegah kejadian serupa terulang. Pemkot Semarang menegaskan seluruh perkembangan kasus akan disampaikan secara berkala kepada publik setelah proses investigasi menghasilkan kesimpulan resmi mengenai penyebab dugaan keracunan tersebut,” pungkas mantan Kadishub Kota Malang.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *