google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pemkab Simalungun Siapkan Normalisasi Sungai Sikkam untuk Tekan Risiko Banjir di Serbalawan

  • Bagikan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun akan melakukan normalisasi Sungai Sikkam di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, sebagai upaya mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam permukiman warga.
banner 468x60
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun akan melakukan normalisasi Sungai Sikkam di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, sebagai upaya mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam permukiman warga.

Simalungun, iKoneksi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun akan melakukan normalisasi Sungai Sikkam di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, sebagai upaya mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam permukiman warga. Program tersebut menjadi salah satu langkah prioritas pemerintah daerah setelah hasil peninjauan lapangan menunjukkan tingginya sedimentasi yang menyebabkan kapasitas sungai menurun.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih melalui Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora saat meninjau langsung kondisi Sungai Sikkam, Sabtu (1/8/2026). Dalam peninjauan itu, Sekda didampingi Kepala Pelaksana BPBD Budiman Silalahi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Akbar Putra Siregar, Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar, serta Kapolsek Serbalawan IPTU Rido V. Pakpahan.

Mixnon Andreas Simamora menjelaskan, hasil peninjauan memperlihatkan sedimentasi di dasar sungai sudah cukup tinggi sehingga mengurangi daya tampung aliran air. Akibatnya, ketika curah hujan meningkat, Sungai Sikkam tidak lagi mampu menampung debit air secara optimal dan berpotensi meluap ke kawasan permukiman.

Menurutnya, normalisasi sungai akan difokuskan pada pemulihan fungsi dan kedalaman alur sungai agar aliran air kembali lancar. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi banjir sekaligus meningkatkan keamanan masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai.

Selain normalisasi sungai, Pemkab Simalungun juga menyiapkan pembangunan embung dan kawasan resapan air di sejumlah titik strategis. Program tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, di antaranya PTPN IV Kebun Dolok Ilir, PT Bridgestone, serta kawasan di Kecamatan Tapian Dolok.

Pembangunan embung bertujuan menahan dan memperlambat aliran air dari wilayah hulu sebelum masuk ke Sungai Sikkam. Dengan demikian, lonjakan debit air saat hujan deras dapat dikendalikan sehingga risiko luapan ke permukiman warga dapat ditekan secara signifikan.

Langkah serupa juga direncanakan di kawasan PLTA Dolok Ilir untuk menjaga kestabilan aliran air. Pemerintah berharap pengaturan debit air di kawasan tersebut mampu mencegah terjadinya genangan maupun hambatan aliran di wilayah hilir.

Mixnon menegaskan, seluruh rencana penanganan banjir disusun berdasarkan kajian teknis yang matang. Pemkab Simalungun saat ini terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sumatera Utara serta tim konsultan dari Universitas Sumatera Utara (USU) guna memastikan setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang.

“Kajian teknis yang komprehensif ini menjadi landasan agar setiap kebijakan dan penanganan yang diambil benar-benar tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan. Seluruh program ini dipastikan mulai direalisasikan pada tahun ini sebagai bukti nyata komitmen melindungi masyarakat,” ujar Mixnon.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Simalungun Akbar Putra Siregar mengatakan kehadiran pemerintah di lokasi merupakan bentuk keseriusan dalam merespons persoalan banjir yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, arahan Bupati dan Sekda menekankan agar penanganan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan.

“Arahan bupati dan sekda sangat jelas, penanganan harus berupa aksi nyata, bukan sekadar pembahasan. Seluruh program akan dilaksanakan secara bertahap agar masyarakat benar-benar merasakan perubahan menuju lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman banjir di masa mendatang,” kata Akbar.

Melalui normalisasi Sungai Sikkam, pembangunan embung, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak, Pemkab Simalungun berharap persoalan banjir di kawasan Serbalawan dapat ditangani secara menyeluruh sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *