google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Robin Manurung Dorong Sampah Jadi Sumber PAD

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Sampah di Kota Pematangsiantar dinilai tidak semestinya berhenti sebagai limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Dengan sistem pengelolaan yang serius, sampah justru dinilai dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Gagasan itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Pematangsiantar, Robin Januarto Manurung, dalam sosialisasi Peraturan Daerah Kota Pematangsiantar Nomor 11 Tahun 2012, Senin (10/8/2026).

Robin menilai pemerintah perlu mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar mengangkut dan membuang menjadi sistem terpadu mulai dari rumah tangga, tempat penampungan, pengangkutan, pengolahan hingga TPA.

Sampah Dinilai Bisa Jadi Uang

Menurut Robin, sampah plastik, kertas, logam dan material lainnya masih memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan diolah dengan teknologi serta manajemen yang tepat.

“Sampah bisa menjadi PAD. Kita harus menciptakan sampah itu menjadi sesuatu yang bisa diproduksi kembali, seperti plastik baru atau produk lainnya,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan pengolahan sampah tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Pemerintah membutuhkan perencanaan, fasilitas, sumber daya manusia dan dukungan anggaran yang memadai.

“Harus secara luas dan jangan tanggung-tanggung menganggarkannya,” katanya.

Dana SILPA Rp 59 Miliar Jadi Sorotan

Dalam pembahasan tersebut, Robin juga menyinggung adanya dana sekitar Rp59 miliar yang menurutnya dapat dipertimbangkan untuk memperkuat penanganan persoalan persampahan.

“Kenapa tidak dibuat untuk penanganan sampah saja? Itu nanti akan saya usulkan,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah menyusun skema pembiayaan yang jelas agar persoalan sampah tidak terus ditangani secara parsial.

TPA Tak Bisa Terus Jadi Andalan

Menurut Robin, persoalan tidak hanya berada di TPA. Volume sampah yang terus bertambah harus ditekan sejak dari rumah. Masyarakat perlu memilah sampah. Sampah yang masih bernilai harus diolah atau didaur ulang, sedangkan hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang dikirim ke TPA.

“Dengan sistem tersebut, beban TPA dapat dikurangi sekaligus menciptakan rantai ekonomi baru,” lugas dia.

Robin juga mendorong pembenahan tempat penampungan sampah. Ia mengusulkan tempat penampungan dirancang lebih modern dan higienis sehingga sampah dapat langsung diangkut ke kendaraan.

“Sistem terbuka yang membuat sampah berserakan dan mengeluarkan bau dinilai perlu ditinggalkan,” sebutnya.

Pengelolaan Harus Terintegrasi

Robin menegaskan reformasi persampahan membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat. Ia mendorong adanya sistem terpadu mulai dari pemilahan di rumah, tempat penampungan yang layak, armada pengangkutan, fasilitas pengolahan hingga TPA. Dengan pola tersebut, sampah tidak lagi semata menjadi beban anggaran pemerintah. Sebaliknya, sampah yang memiliki nilai guna dapat menjadi sumber ekonomi masyarakat maupun daerah.

“Jangan tanggung-tanggung. Kalau memang mau menangani sampah, harus dibangun secara serius,” pungkas politisi Nasdem itu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *