google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mahasiswa UM BBM Petakan Randupitu, Potensi Desa Kini Terdokumentasi dalam Satu QR Code

  • Bagikan
Penyerahan peta pada perangkat desa
banner 468x60

Pasuruan, iKoneksi.com – Tim Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program UM Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Semester Antara Tahun Akademik 2025/2026 merampungkan peta denah dan video dokumenter Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Karya tersebut disusun selama enam pekan sejak 22 Juni hingga 27 Juli 2026.

Penyusunan peta diawali dengan pendataan langsung di lapangan. Mahasiswa mendatangi berbagai fasilitas umum dan sentra ekonomi warga, memetakan titik lokasi, mewawancarai narasumber, hingga mengolah seluruh data menjadi peta berskala 1:20.000.

Didampingi perangkat desa Su’udin Zuhri dan Dosen Pembimbing Lapangan Mifdal Zusron Alfaqi, S.Pd., M.Sc., tim berhasil memetakan 19 titik penting di Desa Randupitu. Mulai Kantor Desa, balai dusun, sekolah, pondok pesantren, masjid, PUSTU, hingga sentra industri besek, gips, dan batik.

“Kami sengaja lengkapi peta ini dengan deskripsi tiap lokasi, jadi bukan cuma titik di peta, tapi orang juga tahu cerita dan fungsi tempat itu,” ujar Nisful Laili,penanggung jawab tim denah peta UM BBM Desa Randupitu.

Laili menyebutkan peta yang disusun oleh tim juga dilengkapi penjelasan singkat mengenai fungsi maupun cerita yang melatarbelakanginya sehingga masyarakat maupun pengunjung dapat mengenal desa lebih dekat. Salah satu lokasi yang diangkat adalah Kedung Prenteng, bangunan peninggalan era kolonial berupa saluran irigasi bertingkat sebanyak 15 undakan yang masih dimanfaatkan untuk mengatur aliran air pertanian. Ada pula TPS Pempes, peternakan sapi dan bebek, hingga Batik Sekar Randu yang telah sukses dipasarkan hingga Korea Selatan dan India.

“Tidak hanya peta, tim UM BBM Desa Randupitu juga memproduksi video dokumenter profil desa. Video tersebut disusun melalui wawancara bersama sejumlah narasumber, termasuk Kepala Desa Randupitu, serta dipadukan dengan pengambilan gambar berbagai aktivitas masyarakat dan potensi desa.Dokumenter itu merangkum informasi mengenai sejarah, budaya, lingkungan, hingga potensi ekonomi desa dalam format yang lebih ringkas dan mudah dipahami,” jelas dia.

Ia mengungkapkan hasil pemetaan kemudian diwujudkan dalam bentuk banner peta yang dipasang di Kantor Desa Randupitu. Peta tersebut dilengkapi kode QR yang terhubung dengan informasi digital dan versi daring yang diunggah melalui situs web resmi desa.

“Dalam proses penyusunannya, kinerja tim diwarnai dengan sejumlah kendala. Keterbatasan data shapefile batas dusun yang berlisensi, penyesuaian jadwal wawancara, hingga kerusakan peralatan,” terang dia.

Melalui peta dan video tersebut, tim berharap dapat bermanfaat jangka panjang untuk menjadi media informasi sekaligus promosi yang mendukung pengembangan potensi Desa Randupitu di masa mendatang.

“Ke depannya, peta dan video dokumenter ini diharapkan bisa terus dimanfaatkan sebagai media promosi desa, baik untuk warga sendiri maupun pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat potensi Desa Randupitu,” pungkas Laili.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *