google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Memasuki Dekade Baru, Sinema Akhir Tahun #11 Hadir dengan Semangat “Menyentuh Ombak, Membaca Angin”

  • Bagikan
banner 468x60

Surakarta, iKoneksi.com — Memasuki dekade kedua penyelenggaraannya, Himpunan Mahasiswa Film dan Televisi (HIMAFISI) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali menghadirkan Sinema Akhir Tahun (SAT) #11, sebuah festival film tahunan yang menjadi ruang apresiasi, pertemuan, dan kolaborasi bagi insan perfilman. Memasuki tahun ke-11, Sinema Akhir Tahun tidak hanya melanjutkan perjalanan yang telah dibangun selama satu dekade, tetapi juga membuka arah baru dalam merespons perkembangan dunia dan sinema.

Menurut Al Fath, Festival Director mengatakan Sinema Akhir Tahun #11 mengusung tema “Menyentuh Ombak, Membaca Angin“, Sinema Akhir Tahun #11 mengajak para sineas dan masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan serta berani mengambil langkah di tengah dinamika yang terus bergerak. Tema ini menjadi simbol semangat festival dalam membaca arah perkembangan zaman dan perfilman sekaligus menghadirkan ruang bagi kita untuk melihat, mendengar dan merasakan apa yang terjadi disekitar kita. 

Tema tersebut dipilih sebagai representasi perjalanan festival yang kini memasuki babak baru. Setelah satu dekade berjalan, Sinema Akhir Tahun ingin terus bergerak mengikuti perubahan tanpa kehilangan jati dirinya. 

“Melalui tema ‘Menyentuh Ombak, Membaca Angin’, kami mengajak para sineas untuk berani membaca peluang, menghadapi tantangan, dan menjadikan film sebagai medium yang mampu merekam sekaligus merespons realitas di sekitarnya,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian festival, Open Submission Sinema Akhir Tahun #11 resmi dibuka dan dapat diikuti secara gratis tanpa dipungut biaya pendaftaran. 

“Kesempatan ini terbuka bagi para pembuat film melalui tiga kategori pemutaran, yaitu Layar Pelajar yang diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK/MA atau sederajat, Layar Umum bagi sineas dari berbagai daerah, serta Layar’e Cah ISI Solo yang menjadi ruang apresiasi bagi karya seluruh mahasiswa ISI Surakarta,” ungkapnya.

Al Fath menyebutkan, pembukaan tiga kategori tersebut merupakan upaya Sinema Akhir Tahun untuk memperluas akses dan kesempatan bagi siapa saja yang ingin memperkenalkan karya filmnya kepada publik. Dengan menggratiskan biaya pendaftaran, festival ini diharapkan dapat menjadi ruang yang inklusif bagi lahirnya sineas-sineas baru sekaligus memperkuat ekosistem perfilman, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Seluruh rangkaian Open Submission akan bermuara pada Main Event Sinema Akhir Tahun #11 yang akan diselenggarakan pada 17–19 November 2026 di Teater Besar ISI Surakarta. Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung akan disuguhkan berbagai program yang menghadirkan pengalaman bersinema melalui pemutaran film, ruang apresiasi, hingga pertemuan antara pembuat film dan penikmat sinema,” urai dia.

Seiring perjalanan menuju puncak festival, berbagai informasi mengenai Open Submission, program-program yang akan hadir, serta perkembangan terbaru Sinema Akhir Tahun #11 akan terus dibagikan melalui kanal resmi sosial media Sinema Akhir Tahun (@sinemakahirtahun). 

“Memasuki dekade baru, Sinema Akhir Tahun mengajak masyarakat untuk bersama-sama memiliki keberanian untuk memasuki badai realitas serta membaca kemana progresivitas zaman akan membawa perjalanan ini. Sebuah perjalanan yang dimulai dengan keberanian untuk menyentuh ombak dan membaca angin,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *