google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Feeder Angkot Malang Masih Jadi Wacana, Trio Agus Minta Pemkot dan Organda Duduk Bersama

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Rencana penerapan transportasi feeder di Kota Malang kembali mencuat. Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang menyatakan siap mendukung program tersebut, namun meminta Pemerintah Kota Malang mulai menyiapkan anggaran agar integrasi transportasi dapat segera direalisasikan.

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, mengatakan pembahasan mengenai program feeder sebelumnya telah dilakukan bersama pihak angkutan kota. Namun, hingga kini realisasinya masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah.

“Kami berharap feeder bisa terlaksana. Pemkot bisa mulai menyiapkan anggarannya pada 2028,” ujar Purwono.

Pria yang akrab disapa Ipung itu mengatakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap sektor transportasi dapat menjadi stimulus bagi pembenahan sistem angkutan umum di Kota Malang.

Organda Minta Pemkot Mulai Siapkan Anggaran

Menurut Purwono, program feeder dinilai penting untuk memperbaiki layanan transportasi sekaligus mengintegrasikan angkutan yang selama ini melayani masyarakat. Namun, tanpa dukungan anggaran dan keputusan konkret dari pemerintah daerah, rencana tersebut berpotensi kembali berhenti pada tahap pembahasan.

“Organda berharap Pemkot Malang dapat memasukkan kebutuhan program tersebut dalam perencanaan anggaran sehingga implementasinya memiliki kepastian,” terang dia.

Persoalan ini kemudian mendapat perhatian dari DPRD Kota Malang.

DPRD: Feeder Penting untuk Integrasi Transportasi Malang Raya

Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, mengatakan pemerintah perlu membuka ruang dialog bersama Organda apabila program feeder belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Menurutnya, feeder tidak hanya berkaitan dengan kepentingan angkutan kota, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang terintegrasi di Kota Malang dan kawasan Malang Raya.

“Kami dari DPRD akan minta penjelasan kepada Dishub atas hal ini. Karena integrasi angkutan ini juga merupakan janji kepala daerah terpilih melalui program Buy The Service,” kata Trio.

Ia menilai kejelasan mengenai program tersebut penting agar publik mengetahui sejauh mana rencana integrasi transportasi telah berjalan, termasuk kesiapan pemerintah dari sisi kebijakan maupun anggaran.

DPRD Akan Panggil Dishub

Trio memastikan DPRD akan meminta penjelasan kepada Dinas Perhubungan Kota Malang mengenai perkembangan program feeder, termasuk alasan belum terealisasinya program tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya membicarakan integrasi transportasi. Diperlukan peta jalan yang jelas, termasuk skema pembiayaan, bentuk layanan, rute, serta keterhubungan dengan moda angkutan yang sudah berjalan.

“Di sisi lain, Organda telah menyampaikan harapan agar pemerintah mulai mempersiapkan anggaran pada 2028. Perbedaan antara kebutuhan percepatan integrasi transportasi dan kesiapan anggaran tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibahas bersama,” jelas politisi PKS itu.

Trio mengatakan DPRD pada prinsipnya mendukung pembenahan transportasi publik. Namun, program tersebut harus memiliki kejelasan pelaksanaan agar tidak berhenti sebagai janji maupun wacana.

“Dengan koordinasi antara Pemkot Malang, DPRD, Dishub, Organda dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, program feeder diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi di Kota Malang dan Malang Raya,” pungkas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *