google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

DPRD Kota Malang Soroti Isu LGBT, Dorong Penguatan Peran Keluarga hingga Regulasi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Polemik mengenai LGBT kembali menjadi perhatian di Kota Malang. Anggota DPRD Kota Malang, Rokhmad, mendorong pembahasan isu tersebut dilakukan secara lebih komprehensif dengan melibatkan keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, masyarakat hingga pemerintah.

Rokhmad menilai persoalan LGBT perlu ditempatkan dalam konteks nilai yang dianut masyarakat Indonesia, termasuk Pancasila dan norma agama. Ia mengatakan sikap politiknya bersama PKS berpijak pada pandangan keagamaan dan nilai sosial yang berkembang di masyarakat.

“LGBT itu bagi kami bertentangan dengan Pancasila dan agama. Kami sebagai Muslim memahami bahwa perilaku tersebut pernah dikisahkan dalam cerita Nabi Lut,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan terhadap persoalan tersebut tidak cukup berhenti pada kampanye atau pernyataan politik. Ia mendorong adanya pembahasan mengenai regulasi yang memberikan kejelasan mengenai batasan perilaku seksual sekaligus tetap memperhatikan hak setiap warga negara.

Regulasi Nasional Dinilai Perlu Dibahas

Rokhmad menilai persoalan LGBT sebaiknya tidak hanya menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Pemerintah pusat dan lembaga legislatif, kata dia, perlu membuka ruang pembahasan mengenai kerangka hukum yang sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia. Menurut tokoh agama Kota Malang itu, Indonesia memiliki nilai Pancasila dan norma agama yang menjadi bagian dari pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

“Kalau dibiarkan, yang terjadi adalah penyimpangan seksual,” sebut dia.

Dalam isu kesehatan, narasi mengenai LGBT perlu dibedakan dari persoalan penularan HIV. Orientasi seksual seseorang bukan penyakit dan tidak secara otomatis menyebabkan HIV.

“Risiko HIV berkaitan dengan adanya perilaku atau kondisi tertentu yang memungkinkan terjadinya penularan,” terangnya.

Minta Pimpinan DPRD Bahas Aspirasi Bersama

Rokhmad juga menyinggung pentingnya keterlibatan seluruh unsur pimpinan DPRD Kota Malang dalam membahas aspirasi masyarakat mengenai isu tersebut. Ia menyebut aspirasi itu antara lain berasal dari sejumlah organisasi keagamaan, termasuk MUI, NU dan Muhammadiyah. Menurutnya, persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas sebaiknya tidak ditangani oleh satu kelompok saja.

“Kalau sesuatu itu penting, mestinya diterima di DPRD dan melibatkan para pimpinan. Ada Rimzah, ada Abah Dur, ada Pak Tri, termasuk PKB, Gerindra, PKS. Libatkan semua,” tekan dia.

Ia menilai pembahasan secara kolektif diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan memiliki perspektif lebih luas.

“Biar sesuatu yang diurus itu dipikirkan bersama-sama. Minat sendiri berbeda, tetapi asas kebersamaan tim pimpinan itu sangat penting,” seru dia.

Keluarga Jadi Benteng Awal Pendampingan Anak

Di luar aspek regulasi, Rokhmad menekankan pentingnya keluarga dalam membentuk karakter dan memberikan pendampingan kepada anak. Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak sekaligus memberikan pendidikan agama dan nilai moral sejak lingkungan keluarga.

“Bapak dan ibu yang perhatian kepada anak-anaknya, yang memperhatikan agamanya, itu sangat penting,” ungkap dia.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak terburu-buru memberikan label tertentu kepada anak hanya karena karakter, suara, pilihan permainan atau gaya anak. Perbedaan karakter dan minat tidak otomatis menunjukkan orientasi seksual seseorang.

“Karena itu, komunikasi terbuka dinilai lebih penting agar anak memiliki ruang aman untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi,” lugasnya.

Tiga Lingkungan Pembentuk Karakter

Rokhmad menuturkan keluarga, pendidikan agama dan lingkungan sosial sebagai tiga unsur penting dalam pembentukan karakter anak.

“Orang tua sangat penting, agama sangat penting, dan lingkungan sangat penting. Pendidikan di keluarga, pendidikan di lingkungan, termasuk kita semua ikut mengambil bagian,” ujarnya.

Ia mendorong pendekatan berbasis pendidikan dan pendampingan, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang membuat anak semakin mudah memperoleh beragam informasi. Menurutnya, perhatian orang tua perlu diperkuat agar anak tidak tumbuh tanpa pendampingan.

Dorong Dialog, Hindari Kekerasan dan Diskriminasi

Rokhmad mengatakan PKS akan terus membawa isu tersebut dalam ruang pembahasan politik dan kebijakan. Ia berharap pemerintah, DPRD, tokoh agama, lembaga pendidikan dan masyarakat dapat duduk bersama mencari pendekatan yang tepat. Menurutnya, pembahasan harus mencakup pendidikan keluarga, pembinaan keagamaan, penguatan lingkungan sosial serta regulasi.

Namun, setiap upaya pencegahan tetap harus menghormati martabat manusia. Pendekatan terhadap isu LGBT tidak semestinya berubah menjadi kekerasan, persekusi, diskriminasi, atau penghukuman terhadap seseorang semata-mata karena identitas atau orientasi seksualnya.

“Dengan pendekatan tersebut, perdebatan mengenai LGBT di Kota Malang diharapkan tidak berhenti pada kontroversi, tetapi berkembang menjadi dialog mengenai bagaimana keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah membangun lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak,” tutup dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *