google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dari Kacang Hijau Jadi Yogurt, Cara Dosen Biologi UM Tingkatkan Literasi Sains Siswa

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Belajar bioteknologi tak lagi sekadar menghafal teori di dalam kelas. Siswa SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) diajak mengolah kacang hijau menjadi yogurt melalui pelatihan yang menggabungkan praktik sains dan pengenalan kewirausahaan.

Kegiatan tersebut digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM dengan mengusung tema “Inovasi Bioteknologi Pembuatan Yogurt Kacang Hijau sebagai Upaya Peningkatan Literasi Sains dan Kewirausahaan Siswa.”

Tim yang diketuai Dr. Siti Imroatul Maslikah, M.Si., bersama Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari, Ajeng Daniarsih, Dra. Nursasi Handayani, M.Si., Agung Witjoro, M.Kes., Dr. Sofia Ery Rahayu, M.Si., Dr. Frida Kunti Setyawati, M.Si., Dr. Sitoresmi Prabaningtyas, M.Si., serta mahasiswa pendamping, memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami proses pembuatan produk pangan melalui fermentasi.

Dari Teori Bioteknologi ke Praktik

Siti Imroatul Maslikah mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami bioteknologi secara teoritis, tetapi juga melihat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin siswa tidak sekadar menghafal konsep bioteknologi di buku, tetapi merasakan sendiri prosesnya. Dari sini mereka belajar sains sekaligus melihat peluang usaha,” ujar Siti.

Dalam praktiknya, kacang hijau dimanfaatkan sebagai sumber protein nabati untuk menghasilkan produk yogurt. Siswa diperkenalkan dengan proses fermentasi dan peran bakteri baik dalam mengubah bahan mentah menjadi pangan yang memiliki nilai gizi sekaligus nilai ekonomi.

“Siswa kemudian dibagi dalam sejumlah kelompok. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa, mereka mempraktikkan tahapan pembuatan yogurt, mulai dari penyaringan sari kacang hijau, pencampuran dengan susu, hingga proses fermentasi,” tutur Siti.

“Antusiasme siswa terlihat ketika mereka terlibat langsung dalam setiap tahapan. Pembelajaran berbasis praktik tersebut membuat konsep bioteknologi yang sebelumnya bersifat teoritis menjadi pengalaman yang dapat diamati dan dipahami secara langsung,” sambung Siti.

Sains Sekaligus Peluang Usaha

Siti menuturkan program tersebut tidak berhenti pada proses pembuatan yogurt. Tim pengabdian UM juga mengenalkan aspek kewirausahaan kepada para siswa. Melalui inovasi pangan berbahan kacang hijau, siswa diajak melihat bahwa pengetahuan sains dapat dikembangkan menjadi produk yang berpotensi memiliki nilai jual.

“Pembelajaran ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat literasi sains melalui hands-on learning, sekaligus menumbuhkan keberanian siswa untuk mengenali peluang usaha sejak dini,” ucap dia.

Salah seorang siswa, Pandu mengaku senang dapat mengikuti praktik secara langsung.

“Senang sekali bisa langsung praktik. Ternyata membuat yogurt itu tidak sesulit yang saya bayangkan, dan kacang hijau bisa jadi bahan utamanya,” ungkapnya.

Sekolah Dorong Kolaborasi Berlanjut

Guru SMP Laboratorium, Fifi, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, program pengabdian memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa sekaligus membuat mereka lebih tertarik terhadap sains.

“Program ini memberi pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak. Mereka jadi lebih tertarik pada sains dan mulai berpikir soal berwirausaha sejak dini,” tuturnya.

Siti membeberkan selain yogurt kacang hijau, siswa juga diperkenalkan pada pengembangan produk olahan lain, seperti overnight chia seed pudding dan olahan berbahan oatmeal, sehingga produk pangan hasil inovasi dapat dikembangkan menjadi sajian yang lebih beragam.

“Tim Pengabdian kepada Masyarakat Biologi FMIPA UM berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk memahami bioteknologi terapan sekaligus membangun karakter kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan,” terang dia.

Ia berharap dengan pendekatan tersebut, laboratorium tidak hanya menjadi ruang untuk mempelajari teori.

“Bagi siswa, proses mengolah kacang hijau menjadi yogurt menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana sains, inovasi, pangan, dan peluang usaha dapat bertemu dalam satu kegiatan pembelajaran,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *