google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pematangsiantar Siap Kendalikan Inflasi, Pasar Murah Jadi Solusi

  • Bagikan
Wali Kota Pematangsiantar saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (14/3/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2025, Pemerintah Kota Pematangsiantar berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan bahan pokok tetap terjaga. Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, hadir dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (14/3/2025).

Pertemuan ini membahas langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi, memastikan ketahanan pangan, serta mendorong kerja sama antar-daerah (KAD) dalam distribusi bahan pokok.

Strategi Pengendalian Inflasi: Kerja Sama Daerah hingga Pasar Murah

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menekankan pentingnya kerja sama antar-daerah dalam distribusi bahan pokok. Menurutnya, beberapa daerah di Sumut memiliki surplus hasil pertanian, sementara daerah lain mengalami defisit. Jika kerja sama antar-daerah dapat dioptimalkan, maka pasokan akan lebih merata, dan harga tetap stabil.

“Beberapa daerah sudah melakukan kerja sama, seperti Kabupaten Batubara dan Kota Medan dalam pemenuhan pasokan cabai. Namun, ini masih belum maksimal dan harus terus diperluas,” ujar Surya.

Selain itu, Surya menegaskan strategi pasar murah serentak harus terus digalakkan sebagai solusi jangka pendek dalam mengendalikan harga. Ia mengusulkan empat gerakan utama untuk menekan inflasi:

1. Gerakan Penurunan Inflasi Serentak

2. Gerakan Pasar Murah Serentak

3. Gerakan Menanam Serentak

4. Gerakan Pangan Murah Serentak

“Sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, produsen, dan distributor sangat diperlukan agar harga bahan pokok tetap terkendali,” sebut Surya.

Inflasi Sumut Terkendali, Pasokan Pangan Aman

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Rudy Brando Hutabarat, menyampaikan bahwa Provinsi Sumut mengalami deflasi sebesar -0,63% pada Februari 2025, meskipun secara tahunan masih mencatat inflasi sebesar 0,73%.

Deflasi ini terjadi karena beberapa faktor, termasuk penurunan tarif listrik serta stabilnya harga pangan,” terangnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Idul Fitri, ia menenerangkan BI dan pemerintah telah mengimplementasikan strategi 4K, yaitu:

1. Keterjangkauan Harga → Mengadakan gerakan pasar murah sebanyak 74 kali hingga 12 Maret 2025.

2. Ketersediaan Pasokan → Memastikan kelancaran produksi bahan pokok.

3. Kelancaran Distribusi → Melakukan 73 sidak pasar dan distributor untuk memastikan harga tetap stabil.

4. Komunikasi Efektif → Memberikan informasi kepada masyarakat melalui media dan imbauan resmi terkait kecukupan pasokan.

“Strategi pengendalian inflasi yang tepat dapat melindungi masyarakat kecil, mengurangi kesenjangan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan,” papar Rudy.

Wali Kota Pematangsiantar: Pasar Murah untuk Jaga Daya Beli

Menanggapi pertemuan ini, Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, menyatakan Pematangsiantar siap berkolaborasi dengan daerah lain dalam pengendalian inflasi. Ia menegaskan bahwa inflasi yang terkendali akan menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

“Inflasi tetap kita jaga agar daya beli masyarakat tetap stabil,” tutur Wesly.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar telah membuka Pasar Murah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H. Program ini bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Pasar Murah ini mendekatkan produsen dan distributor langsung ke masyarakat, sehingga harga lebih murah dan ketersediaan barang lebih terjamin,” jelasnya.

Dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, diharapkan inflasi di Sumatera Utara, khususnya di Pematangsiantar, dapat tetap terkendali.

“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan, terutama di saat meningkatnya permintaan selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri,” pungkas Wesly. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *