google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sowan DPRD Jatim Saifudin Zuhri Dorong Perda Pariwisata, UMKM Kota Batu Harus Naik Kelas

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Saifudin Zuhri, menggelar kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Kedewanan (Sowan) di Kota Batu selama empat hari, yakni pada 12, 14, 16, dan 17 Juli 2026. Mengusung tema “Dari Destinasi Menuju Inspirasi: Merawat Pesona, Menggerakkan Ekonomi Lokal”, kegiatan tersebut menyasar berbagai elemen strategis yang terlibat dalam pengembangan sektor pariwisata. Peserta yang hadir berasal dari pelaku wisata petik buah se-Kota Batu, pelaku usaha wisata dan jasa transportasi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga komunitas digital dan konten kreator lokal.

Melalui forum tersebut, Saifudin Zuhri menegaskan pentingnya membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan komunitas kreatif guna memperkuat posisi Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Dorong Perda Pariwisata untuk Perkuat Ekosistem Wisata

Dalam sambutannya, Saifudin Zuhri yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu menyoroti pentingnya kehadiran regulasi khusus yang mampu menjadi payung hukum pengembangan sektor pariwisata. Ia mendorong Pemerintah Kota Batu segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata agar pembangunan sektor wisata berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, selama ini Kota Batu memiliki kekuatan besar dari sektor wisata alam, wisata pertanian, hingga wisata berbasis masyarakat. Namun tanpa regulasi yang kuat, potensi tersebut belum sepenuhnya terintegrasi menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Perlu ada regulasi yang mampu menghubungkan kepentingan pemerintah, pelaku wisata, pelaku usaha, UMKM, Pokdarwis, hingga masyarakat desa wisata. Dengan begitu manfaat pariwisata bisa dirasakan lebih luas,” ujar Saifudin.

Kampung Wisata Dinilai Jadi Peluang Baru Ekonomi Warga

Dalam forum tersebut, Saifudin juga mengungkapkan gagasannya mengenai pengembangan kampung wisata berbasis masyarakat. Ia menilai konsep wisata yang tidak hanya terpusat pada destinasi besar akan mampu menciptakan pemerataan ekonomi hingga tingkat desa dan dusun.

Menurutnya, wisatawan yang datang ke Kota Batu tidak hanya perlu diarahkan mengunjungi objek wisata, tetapi juga diberikan pengalaman tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di kampung-kampung wisata.

“Potensi wisata alam Kota Batu sangat luar biasa. Saya membayangkan jika wisatawan bisa menginap di kampung-kampung wisata, maka nilai ekonominya akan langsung dirasakan masyarakat sekitar,” katanya.

Model tersebut diyakini Saifudin mampu membuka peluang usaha baru mulai dari homestay, kuliner lokal, produk UMKM, jasa transportasi, hingga ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Lingkungan Jangan Jadi Korban Pertumbuhan Pariwisata

Meski mendorong ekspansi sektor wisata, Saifudin mengingatkan agar pembangunan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan. Menurutnya, keberhasilan Kota Batu sebagai kota wisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Ia menegaskan isu lingkungan harus menjadi bagian utama dalam setiap kebijakan pembangunan pariwisata.

“Jangan sampai kita hanya fokus mengembangkan destinasi wisata, tetapi melupakan persoalan lingkungan. Keduanya harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah peserta yang menilai persoalan tata ruang, sampah, dan konservasi lingkungan menjadi tantangan yang harus segera dijawab dalam pengembangan pariwisata Kota Batu.

UMKM Junrejo Jadi Sorotan

Selain membahas sektor wisata, Saifudin turut menyoroti kondisi sejumlah pelaku UMKM di wilayah Junrejo yang mengalami penurunan aktivitas usaha. Ia mengaku menerima berbagai masukan terkait menurunnya omzet usaha masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pariwisata.

Karena itu, dirinya berkomitmen membawa persoalan tersebut ke tingkat pembahasan politik bersama Fraksi PDI Perjuangan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batu. Menurut Saifudin, pelaku UMKM harus menjadi bagian utama dari rantai ekonomi pariwisata, bukan sekadar pelengkap.

“Kalau data UMKM Junrejo sudah tersedia, kami akan mendorong pemerintah daerah agar mereka bisa difasilitasi berjualan atau ditempatkan di kawasan wisata yang memiliki tingkat kunjungan tinggi,” sebut alumnus UIN Malang itu.

Pariwisata Harus Menjadi Mesin Kesejahteraan

Melalui kegiatan Sowan tersebut, Saifudin berharap muncul kesadaran kolektif bahwa pariwisata bukan hanya tentang destinasi dan kunjungan wisatawan, melainkan tentang bagaimana sektor tersebut mampu menjadi mesin penggerak ekonomi masyarakat. Dengan keterlibatan pelaku wisata, jasa transportasi, Pokdarwis, UMKM, hingga komunitas digital dan konten kreator, ia optimistis Kota Batu memiliki modal besar untuk terus berkembang sebagai kota wisata unggulan.

Namun, menurutnya, seluruh potensi itu harus diperkuat dengan regulasi, kolaborasi, dan keberpihakan terhadap masyarakat lokal agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan hingga lapisan paling bawah.

“Tujuan akhirnya adalah menjadikan pariwisata sebagai sumber kesejahteraan masyarakat. Wisata harus tumbuh, UMKM harus hidup, lingkungan harus terjaga, dan warga harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya,” pungkas Sekretaris DPD PA GMNI Jatim itu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *