google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Peringati Hari Anak Nasional, Pemkot Malang Perkuat Pendidikan Ramah Anak dan Peran Orang Tua

  • Bagikan
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah anak melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua.
banner 468x60
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah anak melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua, Kamis (23/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)

Kota Malang, iKoneksi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah anak melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Puncak Semarak PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) 2026 yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Dewan Pendidikan Kota Malang periode 2026-2030 di BBPPMPV BOE, Kota Malang, Kamis (23/7/2026).

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., mengatakan momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi seluruh elemen masyarakat. Pendidikan yang berkualitas, perlindungan, dan kasih sayang kepada anak menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi unggul di masa depan.

“Kegiatan yang diselenggarakan pada hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Ini menjadi momentum yang tepat untuk meneguhkan komitmen kita bersama dalam memenuhi hak-hak anak, memberikan layanan pendidikan yang berkualitas serta menyiapkan generasi penerus yang unggul dan berkarakter,” ujarnya.

Ia menambahkan, anak-anak membutuhkan pendampingan terbaik agar mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang kuat. Oleh sebab itu, pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah maupun pemerintah daerah.

“Semoga peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memberikan kasih sayang, perlindungan, dan pendampingan terbaik kepada setiap anak agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter serta siap menyongsong masa depan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, SE., MM., menjelaskan peringatan Hari Anak Nasional sengaja digabungkan dengan puncak Semarak PAUD dan pengukuhan Dewan Pendidikan sebagai simbol kolaborasi pendidikan formal dan nonformal di Kota Malang.

Menurutnya, salah satu hal yang terus ditekankan dalam pendidikan anak adalah keterlibatan orang tua. Pendidikan memang dilakukan di sekolah, namun pembentukan karakter anak dimulai dari rumah.

“Yang ditekankan sekarang adalah orang tua harus lebih peduli terhadap putra-putrinya. Memang yang mendidik adalah lembaga pendidikan, guru, dan kepala sekolah, tetapi mutlak pendidikan juga berasal dari orang tua,” jelasnya.

Ia menyebutkan, Dinas Pendidikan terus mendorong penerapan pendidikan ramah anak melalui berbagai pelatihan guru. Guru diminta memberikan sentuhan kasih sayang kepada peserta didik dan memperlakukan mereka seperti anak sendiri.

“Kalau anak sudah suka dengan gurunya, maka pelajaran dengan cara apa pun akan lebih mudah diterima. Karena itu kami selalu menekankan guru ramah anak dalam berbagai pelatihan yang diselenggarakan,” ujarnya.

Suwarjana menegaskan Kota Malang sendiri memiliki berbagai program peningkatan kapasitas guru yang dilaksanakan secara mandiri oleh tenaga pendidik, termasuk saat masa libur semester.

“Program tersebut menjadi salah satu upaya dalam mendukung visi Kota Malang sebagai kota pendidikan yang mampu menghadirkan layanan pendidikan berkualitas sekaligus ramah anak,” tandas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *