google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

CEO Kerabat Tani Latih UMKM Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Strategi Bisnis dan Permodalan

  • Bagikan
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dari CEO PT Kerabatani Cerdas Indonesia, Ari Gunawan, S.Pd., M.M., CPHRM untuk pengembangan bisnis dalam kegiatan Gebyar Revolusi UMKM 2026 yang digelar di Savana Hotel, Malang, Kamis (23/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)
banner 468x60
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dari CEO PT Kerabatani Cerdas Indonesia, Ari Gunawan, S.Pd., M.M., CPHRM untuk pengembangan bisnis dalam kegiatan Gebyar Revolusi UMKM 2026 yang digelar di Savana Hotel, Malang, Kamis (23/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)

Kota Malang, iKoneksi.com – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk pengembangan bisnis dalam kegiatan Gebyar Revolusi UMKM 2026 yang digelar di Savana Hotel, Malang, Kamis (23/7/2026). Pelatihan yang diinisiasi melalui kolaborasi berbagai pihak ini menghadirkan CEO PT Kerabatani Cerdas Indonesia, Ari Gunawan, S.Pd., M.M., CPHRM, yang memperkenalkan pemanfaatan AI sebagai konsultan bisnis digital bagi UMKM agar mampu naik kelas di era ekonomi digital.

Ari menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya mengenalkan penggunaan AI secara umum, tetapi juga mengajarkan pelaku UMKM untuk memanfaatkan data bisnis sebagai dasar pengambilan keputusan. Mulai dari analisis transaksi penjualan, strategi pemasaran, laporan keuangan, hingga akses permodalan dapat dilakukan melalui platform berbasis AI yang dikembangkan bersama mitra akademisi.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini membuka peluang yang sama bagi seluruh pelaku usaha untuk berkembang. Namun, banyak UMKM yang masih menghadapi persoalan klasik seperti tidak memiliki pencatatan keuangan yang baik, strategi pemasaran yang kurang tepat, serta kesulitan membaca data bisnis yang dimiliki.

“Masalah utama UMKM yang sulit naik kelas itu biasanya malas mencatat, marketing tanpa strategi, produk tidak berkembang, dan tidak bisa membaca data bisnis. Padahal data adalah aset yang sangat mahal kalau kita bisa memanfaatkannya dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, AI dapat menjadi solusi bagi pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mengakses mentor atau konsultan bisnis karena biaya yang tidak sedikit. Melalui platform digital yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut, pelaku usaha dapat berkonsultasi terkait bisnis mereka secara lebih spesifik.

Berbeda dengan AI generatif pada umumnya, platform yang dikembangkan PT Kerabatani Cerdas Indonesia telah dirancang khusus untuk menganalisis kebutuhan bisnis UMKM. AI tersebut mampu memberikan rekomendasi berdasarkan data transaksi, data pemasaran, hingga inventaris usaha yang diunggah oleh pengguna.

“Kami mencoba mengembangkan konsultan bisnis berbasis digital. Jadi pelaku UMKM bisa bertanya apa pun tentang bisnisnya. Sistem ini memang difokuskan menjadi konsultan bisnis sehingga analisisnya lebih mendalam dan sesuai kebutuhan UMKM,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan fitur analisis transaksi yang dapat membantu mengetahui jam emas penjualan, karakter pelanggan, inspirasi produk baru, hingga rekomendasi strategi pengembangan usaha. Bahkan, AI dapat memberikan saran mengenai potensi akses pendanaan yang sesuai dengan kondisi bisnis pelaku UMKM.

Ari mengatakan, data bisnis yang dimiliki pelaku usaha nantinya dapat digunakan sebagai bahan analisis untuk menghubungkan UMKM dengan berbagai sumber pendanaan apabila dinilai memiliki potensi untuk berkembang.

“Kami ingin memperluas akses UMKM terhadap pendanaan, tetapi semuanya berbasis data. Jadi bisnis yang memiliki data yang baik akan lebih mudah dianalisis dan diberikan rekomendasi pengembangannya,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kesuksesan UMKM di era digital tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual produk, tetapi juga kemampuan membangun sistem bisnis yang terintegrasi. Produk, data, pemasaran, dan pengelolaan keuangan menjadi empat aspek utama yang harus diperhatikan pelaku usaha.

“Pelaku usaha yang berhasil itu tidak hanya jualan, tetapi mereka membangun sistem. Ada produk, ada data, ada marketing, dan ada keuangan. Empat hal ini sangat penting untuk memperbesar bisnis seseorang,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, Ari berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan AI sebagai alat untuk meningkatkan daya saing usaha. Ia menegaskan bahwa proses naik kelas bagi UMKM memang tidak instan, tetapi dapat dipercepat apabila pelaku usaha mau terus belajar dan memanfaatkan teknologi yang tersedia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *