google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tinjau Sekolah Garuda, Wamendag Optimis SDM Indonesia Mampu Tembus Persaingan Dunia

  • Bagikan
Wamendag dan Wali Kota Malang mengunjungi MAN 2 Kota Malang, Jumat (24/07/2026) (Sukma/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com- Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki daya saing yang kuat untuk menghadapi persaingan global. Hal itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan program Sekolah Garuda di MAN 2 Kota Malang, Jumat (24/07/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wamendag, Dyah Roro Esti Widya Putri mengapresiasi fasilitas pendidikan yang dinilai memadai serta antusiasme para siswa selama mengikuti kegiatan belajar. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mencetak generasi unggul.

“Kita mampu. Sumber daya manusia Indonesia itu sangat luar biasa. Insyaallah kita bisa lebih berdaya saing ke depan dengan berbagai program yang sudah dijalankan,” ujarnya.

Tak hanya meninjau sekolah, Kementerian Perdagangan juga akan melanjutkan agenda dengan mengunjungi sejumlah industri berorientasi ekspor. Kunjungan itu merupakan bagian dari pengawalan program prioritas kementerian, yakni mendorong produk lokal agar mampu menembus pasar internasional.

Di hadapan para siswa, Wamendag juga memperkenalkan program ‘Campuspreneur’. Program tersebut dirancang untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini agar anak muda mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing.

“Anak-anak muda harus berani berkreasi. Produk yang mereka ciptakan tidak hanya bisa bersaing di pasar nasional, tetapi juga memiliki peluang masuk ke pasar internasional,” katanya.

Menurutnya, pasar domestik dengan jumlah penduduk yang besar memang menawarkan peluang luas. Namun, pemerintah juga terus melakukan pendampingan agar pelaku usaha, termasuk yang lahir dari lingkungan kampus, mampu memanfaatkan permintaan pasar global.

Ia menyebut sejumlah komoditas Indonesia masih memiliki prospek ekspor yang menjanjikan. Di sektor UMKM, kopi, kakao, hingga busana muslim seperti gamis mulai diminati pasar Timur Tengah. Sementara untuk industri skala besar, alas kaki dan minyak sawit masih menjadi penyumbang utama ekspor Indonesia ke berbagai negara, termasuk Eropa, Pakistan, India, dan kawasan Timur Tengah.

Selain meningkatkan nilai perdagangan, keberhasilan industri ekspor diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kami berharap industri yang berkembang mampu melibatkan tenaga kerja lokal sehingga memberikan multiplier effect yang positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

 

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *