google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

MTQN Asahan ke-56 Resmi Dibuka Bupati

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Asahan, iKoneksi.com– Semangat religius kembali menggema di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Pada Selasa, (15/4/2025), Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-56 tingkat kabupaten. Perhelatan akbar ini digelar di Lapangan Sepak Bola Universitas Asahan (UNA) dan menjadi salah satu agenda tahunan yang paling dinantikan masyarakat Asahan.

Acara pembukaan berlangsung meriah dan khidmat. Hadir mendampingi Bupati, antara lain Wakil Bupati Asahan, Kapolres Asahan, perwakilan Kejaksaan, Dandim 0208/AS, Kakan Kemenag, Sekda Kabupaten Asahan, para kepala OPD, para camat, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Asahan, Ketua MUI Asahan, Ketua Imtaq, serta kafilah dari 25 kecamatan. Kehadiran berbagai elemen ini menandakan semangat kebersamaan dalam menyebarluaskan nilai-nilai Qur’ani begitu kuat mengakar di Asahan.

MTQ Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Juga Ibadah

Asisten Administrasi Umum, Muhili Lubis, dalam laporannya menyampaikan MTQ merupakan program pemerintah yang bersifat nasional dan dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat desa hingga nasional. Berdasarkan SK Bupati Asahan No. 100.3.3.2-34-1.3 Tahun 2025, panitia penyelenggara resmi dibentuk untuk mendukung kesuksesan acara ini.

“Kegiatan MTQN ke-56 ini diawali dengan pelantikan dewan hakim pada 14 April 2025 di Aula Melati Kantor Bupati, kemudian dilanjutkan dengan pawai taaruf di Jalan Latsitarda pada pagi hari pembukaan. Direncanakan, acara akan berlangsung hingga 21 April 2025,” terang Muhili.

1.050 Peserta Tunjukkan Gema Kalamullah

Menurut Muhili MTQ tahun ini mencatatkan partisipasi luar biasa, dengan 1.050 peserta dari seluruh kecamatan. Cabang-cabang perlombaan tersebar di sejumlah lokasi seperti Lapangan UNA, Masjid Nurul Yaqin, Dinas Pendidikan, Musholla Nurul Kamal, hingga MTs Negeri 2 Asahan.

“Cabang Tilawah Al-Qur’an diikuti 202 peserta dari berbagai golongan, termasuk golongan disabilitas tunanetra. Cabang Qira’ah Sab’ah melibatkan 125 peserta, sementara Hifzil Qur’an berbagai golongan total diikuti oleh lebih dari 180 peserta. Ada pula lomba Fahmil Qur’an, Syahril Qur’an, Hattil Qur’an, Karya Tulis Al-Qur’an, hingga Hifzil Hadits yang menunjukkan betapa luasnya cakupan kompetensi yang ditampilkan,” beber Muhili.

Umrah untuk Juara, Apresiasi untuk Prestasi

Salah satu daya tarik MTQN ke-56 ini adalah penghargaan yang akan diberikan kepada para juara terbaik. Pemerintah Kabupaten Asahan akan memberikan hadiah berupa ongkos umrah kepada Juara I tingkat dewasa dan hafizh 30 juz, baik putra maupun putri. Ini menjadi motivasi luar biasa bagi generasi muda untuk terus mencintai dan mendalami Al-Qur’an.

‘Pada kesempatan itu pula, Bupati dan Wakil Bupati memberikan penali kasih kepada Muhammad Daud Sitorus, putra terbaik Asahan yang sukses menyabet juara III Nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an 2024 di Kalimantan Timur,” jelas Muhili.

Bupati: MTQ Momentum Evaluasi dan Pembinaan

Dalam sambutannya, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, menegaskan pelaksanaan MTQ bukan hanya rutinitas seremonial, melainkan sebagai bagian dari proses pembinaan keagamaan. Ia menyoroti pentingnya mengevaluasi kualitas qori/qoriah dan hafizh/hafizhah yang telah dibina selama lima tahun terakhir.

“Fokus kita bukan sekadar kemenangan, tapi bagaimana kita mencerminkan nilai Al-Qur’an dalam keseharian,” tegas Taufik.

Ia juga menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan visi Kabupaten Asahan: terwujudnya masyarakat yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan.

Apresiasi untuk Panitia dan Dewan Hakim

Menutup pidatonya, Taufik mengapresiasi kerja keras panitia dan berharap dewan hakim dapat memberikan penilaian secara objektif, adil, dan profesional. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan dan sportivitas dalam kompetisi ini.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Asahan secara resmi membuka pelaksanaan MTQN ke-56 tingkat Kabupaten Asahan. Simbolis pembukaan ditandai dengan pelepasan balon ke udara dan foto bersama seluruh unsur Forkopimda. MTQN ke-56 ini bukan hanya menjadi panggung unjuk kemampuan, tapi juga momentum penguatan karakter umat. Sebuah momen sakral yang diharapkan mampu membentuk generasi Qur’ani, tangguh menghadapi zaman, dan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur agama,” tutup Taufik. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *