Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Angkutan Mojokerto-Batu Masih Uji Coba, Ini Alasannya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Setelah jalur Pacet–Cangar kembali dibuka 24 jam penuh sejak 13 Juni lalu, masyarakat sempat berharap operasional angkutan umum rute Mojokerto–Batu akan kembali normal. Namun kenyataannya, hingga pertengahan Juli 2025 ini, trayek tersebut masih berada dalam tahap uji coba. Armada yang dioperasikan pun terbatas hanya dua hingga tiga unit, jauh dari jumlah semula sebanyak lima armada.

Armada Masih Terbatas, Penumpang Harap Sabar

Dinas Perhubungan Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Prasarana dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (P3 LLAJ) Mojokerto bersama operator PO Bagong Dekaka Makmur memutuskan untuk memperpanjang masa uji coba operasional hingga dua bulan ke depan. Langkah ini diambil dengan pertimbangan kehati-hatian serta melihat tren jumlah penumpang.

“Sementara ini tetap dua atau tiga armada yang dioperasikan. Nanti setelah dua bulan akan dievaluasi kembali,” kata Akhmad Yazid, Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto.

Uji coba ini bertujuan untuk menakar kelayakan trayek, khususnya dalam hal okupansi penumpang dan efisiensi jadwal.

“Sebab sebelum ini, operasional angkutan terhambat akibat jalur Pacet–Cangar sempat ditutup karena longsor dan hanya dibuka terbatas,” jelas Akhmad.

Okupansi Baru Setengah Kapasitas

Berdasarkan data sementara, okupansi penumpang masih tergolong rendah. Satu armada hanya mampu mengangkut 3–7 penumpang per hari dari total kapasitas 12 kursi, atau sekitar 50 persen keterisian. Meski belum ideal, Dishub Jatim menganggap kondisi tersebut sudah cukup menggembirakan.

“Memang belum mencapai 70 persen, tapi sudah mulai ada penumpang setiap armada yang berjalan,” kata Akhmad.

Apabila tren positif ini terus meningkat, bukan tidak mungkin lima armada akan kembali dioperasikan sepenuhnya seperti sebelum bencana longsor melanda.

Jadwal dan Tarif Tak Berubah

Selama masa uji coba, Dishub memastikan jadwal keberangkatan tetap dibuat fleksibel namun konsisten, yakni setiap tiga jam sekali. Angkutan berangkat mulai pukul 06.00 WIB, disusul pukul 09.00 WIB, 13.00 WIB, dan terakhir pada 16.30 WIB baik dari Mojokerto maupun Batu.

“Adapun soal tarif, kamk tidak memberlakukan kenaikan. Penumpang dari Mojokerto atau Batu menuju Pacet tetap dikenakan tarif setengah, yakni Rp 20 ribu. Sedangkan untuk trayek penuh Mojokerto–Batu, tarifnya tetap Rp 40 ribu,” ucapnya.

Evaluasi Jadi Kunci Operasional Penuh

Tahap uji coba yang berlangsung selama dua bulan ini menjadi kunci evaluasi keberlanjutan jalur angkutan Mojokerto–Batu. Bila okupansi meningkat, kemungkinan besar Dishub akan mengizinkan PO Bagong mengoperasikan armada penuh.

“Namun jika tren penumpang stagnan atau menurun, bukan tidak mungkin jadwal dan armada akan dikurangi atau kembali dikaji ulang. Masyarakat pun kami imbau untuk mendukung keberlangsungan trayek ini dengan memanfaatkan layanan transportasi umum yang tersedia,” ungkap Akhmad.

“Melalui keberlanjutan operasional angkutan Mojokerto–Batu ini, diharapkan konektivitas antarwilayah tetap terjaga, sekaligus membantu mendorong geliat pariwisata dan ekonomi lokal di kawasan pegunungan Cangar dan Pacet,” tukas Akhmad. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *