google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Asap Pabrik Diduga Cemari Udara, Warga Mengadu ke Patar Panjaitan Saat Reses

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Warga Lingkungan II, Pintu Bosi, Kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Timur, mengeluhkan asap hitam yang diduga berasal dari sebuah pabrik di Jalan Nercis, Kota Pematangsiantar. Keluhan itu disampaikan saat reses masa sidang III Anggota Komisi I DPRD Pematangsiantar, , Kamis (25/6/2026).

Dalam reses tersebut, warga turut menyampaikan sejumlah persoalan lain, mulai dari jaminan kesehatan, bantuan sosial, pertanian, layanan kesehatan, hingga infrastruktur. Namun, keluhan mengenai dugaan pencemaran udara dari asap pabrik menjadi salah satu isu yang paling disorot.

Nova Tamba, warga yang tinggal di kawasan Nercis Ujung, mengatakan asap yang keluar dari pabrik itu telah lama dikeluhkan masyarakat. Ia menyebut asap pekat berwarna hitam tersebut mengganggu kualitas udara dan membuat warga merasa sesak.

“Asapnya membuat sesak. Udara yang kami hirup tercemar karena asapnya hitam, hitam sekali,” kata Nova di hadapan peserta reses, Kamis (25/6/2026).

Keluhan serupa disampaikan Lambok Tampubolon. Ia mengatakan warga sebelumnya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak terkait, tetapi hingga kini belum melihat adanya tindak lanjut yang jelas. Menurut Lambok, pabrik yang dikeluhkan warga adalah PT SME yang berada di Kecamatan Siantar Timur. Ia menyebut pabrik tersebut telah beroperasi puluhan tahun dan berada tidak jauh dari permukiman warga.

Lambok menduga asap yang keluar dari pabrik mengandung zat yang dapat mencemari lingkungan, termasuk berdampak terhadap kesehatan masyarakat serta tanaman di sekitar lokasi. Namun, dugaan kandungan zat dalam asap itu belum dibuktikan melalui hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang.

“Kami tersiksa sekali. Asapnya seperti gunung meletus dan kami mencari perlindungan sampai di bawah tempat tidur. Asapnya begitu hitam,” ujar Lambok.

Ia meminta DPRD dan pemerintah daerah segera membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, masalah asap pabrik tidak dapat dipandang sebagai keluhan biasa karena menyangkut kesehatan ratusan warga yang tinggal di sekitar kawasan industri.

Menanggapi aspirasi itu, Patar Luhut Panjaitan mengatakan persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan. Ia menilai keluhan warga perlu ditindaklanjuti melalui peninjauan langsung ke lokasi dan koordinasi dengan instansi terkait. Patar memastikan akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi di sekitar pabrik serta mendengar langsung keterangan warga. Ia juga menyebut DPRD akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mendalami dampak yang ditimbulkan asap tersebut.

“Dalam waktu dekat kita akan ke lokasi meninjau secara langsung. Ini perlu kita pelajari, misalnya senyawa apa yang ada di dalam kandungan asap tersebut,” kata Patar usai reses.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait keluhan warga. Pemeriksaan teknis oleh instansi lingkungan hidup diperlukan untuk memastikan sumber, kandungan, serta dampak asap terhadap lingkungan dan kesehatan warga.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *