google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pdt. Mangara Sinamo, M.Th, Pelayan Firman yang Menghidupkan Iman Melalui Keteladanan

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Pakpak Bharat, iKoneksi.com – Ada pengkhotbah yang dikenang karena kepiawaian beretorika. Ada pula yang dikenang karena kedalaman pesannya. Pdt. Mangara Sinamo, M.Th. berada pada kelompok kedua. Cara bertuturnya tenang, penyampaiannya runtut, dan setiap khotbahnya membawa jemaat memahami Firman Tuhan secara lebih utuh. Bagi banyak warga GKPPD, beliau adalah sosok pendeta yang menjadikan mimbar sebagai ruang pembelajaran, pembentukan karakter, dan penguatan iman.

Mengawali Panggilan Pelayanan

Pdt. Mangara Sinamo lahir di Desa Pronggil Julu pada 26 Januari 1974. Sejak muda, jalan hidup yang dipilihnya adalah melayani Tuhan dan umat. Ketekunan belajar, kedisiplinan, serta kesederhanaan menjadi karakter yang melekat dalam setiap tahapan pelayanannya.

Pendidikan teologi ditempuh secara bertahap, mulai dari Sarjana Pendidikan Agama Kristen di Institut Alkitab Jakarta (INALTA), Sarjana Teologi di STT HKI Medan, hingga meraih gelar Magister Teologi di Cross Cultural Theological Seminary, Jakarta. Bekal akademik tersebut memperkaya cara pandangnya dalam memahami Alkitab sekaligus membentuk gaya pelayanan yang kuat pada aspek pengajaran.

Mengabdi untuk GKPPD

Perjalanan pelayanannya membawa beliau melayani di berbagai jemaat GKPPD, termasuk di Jakarta. Amanah yang semakin besar kemudian dipercayakan kepadanya hingga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal GKPPD Periode 2015–2021.

Dalam masa kepemimpinannya, perhatian besar diberikan pada pembinaan warga gereja, penguatan tata kelola organisasi, pengembangan pelayanan jemaat, serta peningkatan kapasitas para pelayan gereja. Rekan-rekan sepelayanan mengenalnya sebagai pribadi yang teliti, tertib, dan memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan gereja.

Pada Sinode Sinunu X GKPPD Tahun 2021, beliau turut mengikuti proses pemilihan Bishop GKPPD. Di tengah dinamika sinode, beliau mengajak seluruh peserta menjaga persaudaraan, menghormati proses, dan menerima hasil dengan hati yang dewasa sebagai wujud iman kepada Tuhan.

Gaya Berkhotbah yang Berbeda

Mendengarkan khotbah Pdt. Mangara Sinamo terasa seperti mengikuti sebuah perjalanan. Jemaat diajak memahami latar belakang ayat, menggali makna setiap bagian, lalu menemukan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau tidak tergesa-gesa menyampaikan kesimpulan. Setiap pokok pikiran dibangun secara bertahap sehingga pesan yang disampaikan mudah diikuti oleh semua kalangan.

Khotbah-khotbahnya banyak berbicara tentang:

* kesetiaan Tuhan;
* tanggung jawab orang percaya;
* kepemimpinan yang melayani;
* pertumbuhan karakter;
* pengharapan dalam menghadapi pergumulan;
* pentingnya memahami Firman Tuhan secara benar.

Kalimat yang Selalu Diingat Jemaat

Salah satu pembuka khotbah yang paling dikenal adalah:

“Salah satu ‘kelemahan’ Tuhan adalah Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya.”

Kalimat tersebut sempat membuat jemaat terdiam. Beberapa saling berpandangan, lalu tersenyum ketika beliau melanjutkan penjelasannya.

Beliau menerangkan bahwa ungkapan itu adalah majas untuk menggambarkan kesetiaan Allah. Manusia dapat berubah, keadaan dapat berganti, tetapi Tuhan tetap memegang setiap janji-Nya.

Cara seperti ini sering dipakai untuk membangun perhatian jemaat sebelum masuk pada inti pemberitaan Firman.

Humor yang Mencerdaskan

Humor dalam khotbah Pdt. Mangara Sinamo hadir secara alami. Tidak berlebihan, tidak dibuat-buat, dan selalu berkaitan dengan pesan yang sedang disampaikan.

Ketika berbicara tentang kehidupan rohani, beliau pernah mengajak jemaat berefleksi melalui ilustrasi sederhana.

“Kadang-kadang kita lebih hafal jadwal cicilan daripada jadwal berdoa.”

Jemaat tersenyum karena merasa dekat dengan kenyataan hidup. Dari ilustrasi itu beliau mengajak setiap orang menata kembali prioritas hidup.

Pada kesempatan lain, saat berbicara mengenai pelayanan, beliau mengingatkan:

“Ada orang yang sibuk mengoreksi pelayanan orang lain, sementara dirinya sendiri belum selesai diperbaiki Tuhan.”

Kalimat sederhana tersebut mengundang senyum sekaligus mengajak jemaat melakukan introspeksi.

Humor seperti inilah yang menjadi ciri khas beliau. Ringan, dekat dengan kehidupan, lalu berujung pada perenungan.

Catatan: Selain kutipan “Salah satu ‘kelemahan’ Tuhan adalah Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya” yang terdokumentasi di ruang publik, ilustrasi-ilustrasi berikutnya merupakan parafrasa yang menggambarkan gaya penyampaian beliau, bukan kutipan langsung.

Mendidik Melalui Firman

Di luar ibadah Minggu, Pdt. Mangara Sinamo aktif membina sintua, pelayan gereja, dan warga jemaat melalui seminar, pembelajaran Alkitab, serta Bible Learning Forum. Baginya, gereja yang kuat lahir dari jemaat yang memahami Firman Tuhan dan menghidupinya dalam keseharian.

Warisan Pelayanan

Bagi warga GKPPD, Pdt. Mangara Sinamo dikenal sebagai sosok yang memadukan pengetahuan teologi, integritas, dan ketulusan melayani. Kehadirannya membawa ketenangan, pesannya memberi arah, dan keteladanannya menjadi inspirasi bagi banyak pelayan gereja.

Perjalanan hidupnya mengingatkan bahwa pelayanan yang berdampak tidak selalu ditandai oleh suara yang paling lantang. Pengaruh yang bertahan justru lahir dari hati yang setia, pikiran yang terus belajar, dan kehidupan yang selaras dengan Firman Tuhan.

“Firman Tuhan akan lebih mudah dipercaya ketika terlebih dahulu terlihat dalam kehidupan orang yang memberitakannya.” Kalimat ini menjadi cerminan perjalanan pelayanan Pdt. Mangara Sinamo, M.Th., yang selama ini dikenal sebagai pelayan Firman, pendidik iman, dan penjaga nilai-nilai pelayanan dalam kehidupan bergereja. (Belle Boangmanalu/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *