google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Banyak Pelajar Masih Keliru Soal Makna Pancasila, Agustiawan Minta Edukasi Diperkuat

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Deli Serdang, iKoneksi.com – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan DPC PDI Perjuangan Deli Serdang untuk mengingatkan pentingnya penguatan pemahaman sejarah dan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua DPC PDI Perjuangan Deli Serdang, Agustiawan Saragih, menegaskan Pancasila merupakan fondasi sekaligus dasar negara yang menjadi perekat bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Namun di tengah perkembangan zaman, pemahaman terhadap sejarah lahirnya Pancasila dinilai masih perlu terus diperkuat. Menurut Agustiawan, masih ditemukan pelajar dan masyarakat yang belum memahami secara utuh sejarah lahirnya Pancasila. Bahkan, tidak sedikit yang masih menganggap Pancasila lahir pada 18 Agustus 1945.

“Pancasila adalah dasar negara yang mempersatukan bangsa Indonesia. Namun faktanya masih banyak anak-anak dan pelajar yang memahami bahwa Pancasila lahir pada 18 Agustus 1945. Ini menjadi tantangan bersama yang harus terus kita perbaiki melalui pendidikan dan sosialisasi,” tutur Agustiawan.

Ia menilai penguatan literasi sejarah kebangsaan menjadi penting agar generasi muda tidak hanya mengenal Pancasila sebagai simbol negara atau materi pelajaran semata, tetapi juga memahami proses lahirnya serta peran strategisnya dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, pemahaman yang benar tentang sejarah Pancasila akan melahirkan kesadaran kebangsaan yang lebih kuat di kalangan generasi muda.

“Sebab, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap relevan sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, budaya, hingga perkembangan teknologi yang terus berubah,” sebut dia.

Agustiawan juga menyoroti pentingnya peran dunia pendidikan dalam menanamkan pemahaman tersebut sejak dini. Kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik dinilai memiliki posisi strategis untuk membangun kesadaran kebangsaan sekaligus meluruskan pemahaman sejarah yang masih keliru di tengah masyarakat.

“Kehadiran para pendidik sangat penting untuk memberikan pemahaman yang benar kepada generasi muda. Mereka harus mengetahui bukan hanya kapan Pancasila lahir, tetapi juga memahami nilai dan maknanya sebagai dasar negara serta pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara,” lugasnya.

Lebih lanjut, Agustiawan menegaskan penguatan pendidikan Pancasila tidak cukup dilakukan melalui hafalan semata. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai gotong royong, persatuan, toleransi, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap keberagaman harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar tetap menjadi karakter bangsa Indonesia di masa depan.

“Pancasila bukan sekadar teks atau hafalan. Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Dengan begitu, persatuan dan kebhinekaan bangsa dapat terus terjaga,” tekannya.

Momentum Hari Lahir Pancasila, lanjut Agustiawan, seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan para pendiri negara.

“Saya berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan seluruh komponen bangsa dapat semakin memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai ideologi negara sekaligus pemersatu bangsa Indonesia,” pungkas Wakil Ketua DPRD Deli Serdang itu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *