Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

DJITU Jadi Resep Sukses Martha Tilaar Hadapi Persaingan

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi saksi hadirnya inspirasi bisnis yang menggugah, Selasa (24/9/2025). CEO Martha Tilaar Group, Dr. Kilala Tilaar, secara langsung membongkar rahasia kesuksesan perusahaannya yang telah bertahan lebih dari lima dekade. Ia menegaskan bahwa resep yang disebut DJITU Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun, dan Ulet menjadi penguat utama sekaligus fondasi bagi Martha Tilaar Group untuk berkembang dari sebuah garasi kecil hingga menjadi raksasa industri kosmetik.

Dari Garasi 4×6 Meter Menjadi Perusahaan Global

Dalam agenda bertajuk Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead, Kilala mengisahkan perjalanan Martha Tilaar Group yang dimulai 55 tahun lalu dari garasi berukuran hanya 4×6 meter. Dari tempat sederhana itulah, semangat inovasi dan keberanian mengambil langkah berbeda melahirkan perusahaan yang kini dikenal luas, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga mancanegara.

Menurutnya, kekuatan utama perusahaan adalah konsistensi pada prinsip Innovation Uniquely Indonesia, yakni menghadirkan produk kecantikan yang menampilkan kekayaan budaya lokal. Hasilnya, Martha Tilaar Group kini telah mengantongi 39 paten, jumlah terbanyak di industri kosmetik nasional.

Resep DJITU: Pilar Kesuksesan

Kilala menjelaskan, keberhasilan perusahaannya tidak lepas dari penerapan nilai DJITU. Disiplin dalam menjaga kualitas, jujur dalam menjalankan bisnis, inovatif dalam menciptakan produk, tekun menghadapi tantangan, dan ulet dalam berkompetisi, menjadi pondasi yang membuat Martha Tilaar Group tetap bertahan di tengah kerasnya persaingan global.

“Nilai DJITU ini bukan sekadar teori. Inilah yang kami jalankan setiap hari, sejak awal hingga sekarang,” tegasnya.

Industri Kosmetik Nasional di Era Black Ocean

Meski sukses, Kilala tidak menutup mata terhadap kondisi terkini industri kosmetik nasional. Ia menyebut, meski terjadi pertumbuhan hingga 5,35 persen atau setara Rp1,98 miliar, industri kini memasuki fase black ocean yakni persaingan yang sangat ketat. Tahun 2024 saja, terdapat lebih dari 1.700 pemain di industri kosmetik, mayoritas berasal dari Tiongkok.

“Dominasi Tiongkok terjadi karena mereka sangat efisien memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Mereka juga menerapkan konsep kerja 996, yaitu jam 9 pagi sampai 9 malam selama enam hari seminggu,” terang Kilala.

Dampak Sosial Tetap Jadi Prioritas

Di balik kompetisi sengit, Martha Tilaar Group tetap berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat. Kilala menegaskan, perusahaan terus mendukung petani lokal dengan memberikan pelatihan gratis. Baginya, bisnis tidak boleh hanya soal keuntungan, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi orang lain.

“Keuntungan tidak boleh membuat kita lupa pada kewajiban sosial. Memberdayakan masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab kami,” ujarnya.

Inspirasi dari Wirausahawan Muda

Selain Kilala, sesi kedua bertajuk Entrepreneurship Talk: Insight from Young Entrepreneurs menghadirkan tiga pengusaha muda: Tri Putra Salim (Co-Founder SMITH), Muhammad Rafi (Co-Founder Brighty), dan Priscillia Panemanan (Founder SASC).

Salim bercerita tentang lahirnya produk SMITH dari kamar kos karena mahalnya harga pomade impor. Pesannya jelas: jangan takut memulai usaha, meski dari hal kecil.

Rafi menekankan pentingnya fokus, strategi pemasaran yang tepat, dan pengukuran indikator keberhasilan. Kini, Brighty bahkan sudah berekspansi ke Malaysia.

Sementara itu, Priscillia menyoroti pentingnya keseimbangan antara profit dan purpose. Baginya, komunitas adalah fondasi penting untuk keberlangsungan bisnis.

Pesan dari Kampus

Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menutup acara dengan pesan moral. Ia mengingatkan mahasiswa agar meneladani sifat Rasulullah SAW dalam berbisnis: jujur (siddiq), amanah, dan cerdas (fathanah).

“Maka, ketika bekerja, kunci sukses adalah kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” lugasnya.

Menurut Akhsanul acara di UMM ini menjadi momentum penting yang menggabungkan pengalaman panjang Martha Tilaar Group dengan semangat wirausahawan muda. Pesan utama yang muncul: sukses bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga dampak sosial dan kejujuran dalam berbisnis.

“Dengan nilai DJITU, Martha Tilaar Group membuktikan bahwa keberhasilan bisa diraih tanpa meninggalkan akar budaya dan kepedulian terhadap masyarakat,” tukas Akhsanul. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *