Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Dugaan Keracunan Massal MBG di Berastagi: DPRD Sumut Minta Investigasi Menyeluruh dan Pengetatan SPPG

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, mendesak pihak berwajib dan pemerintah untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap seluruh tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini disampaikan menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026), di mana sebanyak 353 siswa dari SMAN 1 Berastagi serta SMA dan SMK Bersama Kabupaten Karo mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai mengonsumsi menu MBG. Parakorban sempat mendapatkan perawatan darurat di beberapa fasilitas kesehatan lokal, seperti RS Efarina Etaham, RS Amanda Berastagi, dan RSU Kabanjahe.

“Meski mayoritas siswa sempat diperbolehkan pulang, perkembangan medis menunjukkan beberapa di antaranya harus dirujuk kembali untuk perawatan intensif di RSU Haji Medan, termasuk dua siswa bernama Ana Karina Br Karo-Karo dan Febiona Br Purba,” kata Sutarto.

“Kita mendukung pelaksanaan MBG ini dengan catatan pemerintah harus melakukan investigasi menyeluruh atas peristiwa yang diduga akibat program ini. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” tegas Sutarto saat menjenguk korban di RSU Haji Medan, Sabtu (22/8/2026).

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut tersebut juga mengapresiasi langkah tegas Badan Gizi Nasional yang langsung memberikan sanksi penghentian sementara (*suspend*), penutupan dapur, hingga pencopotan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi terdampak. Menurutnya, tindakan tegas tersebut harus diimbangi dengan pengawasan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat di seluruh titik SPPG.

Dalam kunjungan tersebut, Sutarto didampingi oleh Anggota Komisi E DPRD Sumut Meriahta Sitepu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo Daud Ginting, serta Plt Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis RSU Haji Medan, dr. Winda Yolanda.

Meriahta Sitepu mengungkapkan beberapa siswa yang dirujuk ke RSU Haji Medan sempat mengalami penurunan kesadaran hingga membutuhkan penanganan di unit Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

“Alhamdulillah, setelah penanganan intensif dari tim medis RSU Haji, kondisi para korban saat ini sudah membaik,” ujar Meriahta.

Ia juga mendorong adanya pendampingan psikologis dan psikiatri anak bagi para korban guna mengatasi potensi trauma berat, kecemasan, fobia makanan, serta mengantisipasi dampak gangguan fisik terkait saraf pasca-kejadian.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *