Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Fakultas Teknik UB Kukuhkan 69 Insinyur, Perkuat Kontribusi Profesional untuk Pembangunan Nasional

  • Bagikan
banner 468x60
Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, menyambut baik kehadiran kedua mahasiswa Inbound Universitas Dili.
Sebanyak 69 calon insinyur ikuti pengukuhan di Auditorium Prof. Ir. Suryono, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya pada Rabu (25/7/2026).

Kota Malang, IKoneksi.com – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak insinyur profesional dan berintegritas melalui kegiatan Sumpah Profesi Insinyur Reguler Angkatan ke-5 dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Angkatan ke-16 Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI).

 

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) di Auditorium Prof. Ir. Suryono, Fakultas Teknik UB, tersebut diikuti puluhan calon insinyur dari beragam latar belakang keilmuan dan profesi.

 

Prosesi sumpah profesi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., yang mewakili Rektor Universitas Brawijaya. Turut hadir Dekan Fakultas Teknik UB sekaligus Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Malang, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., jajaran pimpinan fakultas, ketua departemen, serta keluarga peserta.

 

 

Sebanyak 69 peserta dari jalur Reguler dan RPL secara resmi diambil sumpahnya dan dikukuhkan sebagai insinyur. Para insinyur tersebut berasal dari berbagai bidang keahlian, mulai dari teknik sipil, mesin, elektro, pengairan, arsitektur, teknik industri, teknik kimia, hingga teknik fisika.

 

Mereka juga berasal dari beragam sektor profesi, termasuk akademisi, BUMN, perusahaan swasta, wiraswasta, dan instansi pemerintah. Pada pengukuhan tahun ini, tercatat 18 peserta berasal dari kalangan akademisi atau dosen, 23 peserta dari BUMN, 27 peserta dari sektor swasta, serta satu peserta dari kalangan wiraswasta.

 

Wakil Dekan Bidang Akademik FT UB, Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng.(Prac)., IPU., ASEAN Eng., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh peserta telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk pengakuan profesional atas kompetensi insinyur yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional. Hingga saat ini, PSPPI Fakultas Teknik Universitas Brawijaya telah mengukuhkan 1.036 insinyur, dan angka ini mencerminkan konsistensi UB dalam menyiapkan sumber daya manusia keinsinyuran yang unggul,” ujarnya.

 

Sumpah Profesi Insinyur dipimpin langsung oleh Dekan FT UB, Prof. Ir. Hadi Suyono. Ia menegaskan bahwa pengukuhan insinyur merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran yang menekankan pentingnya profesionalisme, etika, serta perlindungan terhadap masyarakat.

 

Sementara itu, mewakili Rektor UB, Prof. Imam Santoso menekankan bahwa peran insinyur semakin strategis di tengah transformasi dan percepatan pembangunan nasional.

“Insinyur tidak hanya dituntut mampu merancang dan membangun, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif yang berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Gelar Insinyur adalah amanah untuk menjawab tantangan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, Universitas Brawijaya terus memperkuat penyelenggaraan pendidikan profesi keinsinyuran melalui kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan organisasi profesi. Upaya tersebut dilakukan agar lulusan tidak hanya memiliki keunggulan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika, kepemimpinan, dan kepekaan sosial.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan orasi inspiratif dari Direktur Utama PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi, Ari Wijaya. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, kolaborasi, dan inovasi bagi insinyur dalam menghadapi dinamika dunia industri.

 

“Kompetensi teknis harus diimbangi dengan integritas, kepemimpinan, dan semangat belajar sepanjang hayat agar para insinyur mampu bersaing,” tegas dia.

 

Hadi menegaskan pelaksanaan Sumpah Profesi Insinyur ini juga sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

“Melalui pengukuhan ini, FT UB berharap para insinyur yang telah resmi menyandang gelar profesi mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan serta menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia,” pungkas dia.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *