google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ketidakpastian Peresmian Stadion Kanjuruhan, Warisan Sejarah Menanti Kejelasan

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Rencana peresmian Stadion Kanjuruhan yang dijadwalkan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Selasa (21/1/2025) terancam batal. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai agenda tersebut dari pihak terkait. Stadion yang menjadi kebanggaan warga Malang ini masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat untuk meresmikan hasil renovasinya yang rampung pada akhir tahun lalu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, M. Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima konfirmasi resmi.

“Tanggal 21 belum ada kepastian kapannya. Kami juga masih menunggu,” ujarnya, Senin (20/1/2025).

Bahkan, dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun belum memberikan kejelasan terkait agenda tersebut.

Renovasi besar-besaran stadion yang telah menjadi saksi bisu tragedi sepak bola pada 1 Oktober 2022 ini sebenarnya telah selesai pada 31 Desember 2024. PT Waskita Karya dan PT Abipraya, sebagai kontraktor proyek, telah menyerahkan berita acara serah terima (BAST) kepada Kementerian PU. Namun, proses serah terima dari Kementerian PU kepada Pemerintah Kabupaten Malang membutuhkan waktu hingga 10 bulan karena harus mendapatkan persetujuan dari Presiden.

Proses Serah Terima yang Rumit

Hidayat menjelaskan serah terima pengelolaan stadion dari pemerintah pusat ke daerah melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian PU, kepolisian, kejaksaan, hingga tim teknis.

“Langkah awal adalah menunggu hasil assessment dari Polda terkait pengamanan, lalu cek fisik bangunan apakah sudah sesuai standar. Setelah itu, baru bisa ditandatangani oleh Bupati,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memastikan stadion telah memenuhi semua standar keselamatan dan keamanan sebelum digunakan. FIFA sendiri telah mengecek kelayakan stadion ini dan menyatakan bahwa stadion yang dibangun sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) ini dapat digunakan hingga 30-40 tahun ke depan.

Penertiban PKL untuk Menjaga Estetika

Menjelang peresmian, Dispora Kabupaten Malang telah mengambil langkah untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di sekitar stadion. Para pedagang akan direlokasi ke area dalam stadion, di mana Dispora telah menyiapkan 90 kios di belakang wilayah timur.

“Kami ingin memastikan area di sekitar stadion bersih dan tertata, sesuai arahan Bupati. Jika ada yang menolak, penindakan akan menjadi wewenang Satpol PP,” kata Hidayat.

Ia menambahkan, area sekitar stadion kini juga dilengkapi dengan monumen untuk mengenang tragedi Kanjuruhan, sehingga diperlukan penataan yang lebih rapi dan menghormati nilai sejarah tempat tersebut.

Nilai Sejarah yang Tak Ternilai

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, yang meninjau langsung renovasi stadion pada Sabtu (18/1/2025), menegaskan Stadion Kanjuruhan memiliki nilai sejarah yang mendalam. Renovasi ini bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi juga menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap tragedi yang menewaskan 135 jiwa pada 2022.

“Nyawa manusia tidak bisa diukur dengan uang. Stadion ini memiliki nilai historis yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” ungkap Dody.

Gate 13, yang menjadi saksi bisu tragedi, kini diabadikan sebagai museum, sementara monumen khusus dibangun untuk mengenang peristiwa kelam tersebut.

Anggaran dan Detail Renovasi

Renovasi stadion yang menelan anggaran Rp 357 miliar ini mencakup perkuatan struktur, renovasi bangunan, penataan lansekap, hingga pembaruan trek atletik dan lapangan bola. Kapasitas stadion mencapai 21.603 tempat duduk, dengan pembagian tribun barat, timur, utara, dan selatan.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Airyn Saputri Harahap, menjelaskan fokus utama renovasi adalah perkuatan struktur, mengingat kondisi bangunan sebelumnya yang dinilai tidak layak.

“Gate 13 tetap dipertahankan sebagai museum, untuk mengingatkan kita semua agar tragedi serupa tidak pernah terjadi lagi,” ujarnya.

Harapan Warga Malang

Di tengah ketidakpastian jadwal peresmian, warga Malang berharap Stadion Kanjuruhan segera diresmikan agar dapat digunakan kembali, termasuk oleh Arema FC sebagai klub kebanggaan daerah. Stadion ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan Malang, sekaligus pengingat akan pentingnya keselamatan dan penghormatan terhadap sejarah.

Namun, hingga berita ini ditulis, tanggal pasti peresmian masih menjadi tanda tanya besar. Semua pihak kini menunggu keputusan Presiden untuk melanjutkan proses serah terima dan memberikan momen bersejarah bagi stadion yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan panjang sepak bola Indonesia. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *