Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Kinerja Perbankan Malang 2024: Kredit Tumbuh Pesat, OJK Perketat Pengawasan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Sepanjang tahun 2024, industri perbankan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menunjukkan pertumbuhan yang solid dan resilien. Kredit perbankan meningkat 13,05 persen secara tahunan (yoy), mencapai Rp 105,19 triliun, lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit nasional yang hanya 10,39 persen yoy.

Menurut Kepala Kantor OJK Malang, Biger A. Maghribi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kredit investasi, yang melonjak 26,23 persen yoy. Meskipun ada kenaikan, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,29 persen per 31 Desember 2024, hanya naik tipis 0,18 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, Loan at Risk perbankan menurun hingga 6,72 persen.

“Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh positif sebesar 5,04 persen yoy menjadi Rp 99,41 triliun, lebih tinggi dibanding pertumbuhan DPK nasional yang hanya 4,48 persen yoy. Kontributor utama pertumbuhan ini adalah tabungan, yang naik 6,52 persen yoy,” kata Biger.

Fokus Penyaluran Kredit: UMKM dan Sektor Ekonomi Strategis

Perbankan di wilayah kerja OJK Malang juga terus mendorong penyaluran kredit ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang tumbuh 5,85 persen yoy menjadi Rp 37,04 triliun.

Adapun tiga sektor ekonomi utama yang menerima kredit terbesar adalah:

  1. Perdagangan Besar dan Eceran – Rp 21,29 triliun (20,25 persen)
  2. Industri Pengolahan – Rp 18,93 triliun (17,99 persen)
  3. Pemilikan Peralatan Rumah Tangga (Multiguna) – Rp 16,23 triliun (15,43 persen)

Beberapa sektor ekonomi mencatat lonjakan pertumbuhan kredit yang signifikan, di antaranya:

  • Pemilikan Ruko/Rukan → 147,53 persen yoy
  • Listrik, Gas, dan Air → 91,41 persen yoy
  • Konstruksi → 30,49 persen yoy

OJK Malang Perketat Pengawasan terhadap Judi Online

“Selain mendorong pertumbuhan perbankan, OJK Malang juga aktif dalam pemberantasan judi online (judol) yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan. Hingga akhir 2024, OJK telah meminta bank memblokir lebih dari 8.618 rekening yang terindikasi terlibat dalam transaksi judol, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital,” terang Biger.

Langkah pencegahan ini diperkuat dengan meminta bank:

  • Menutup rekening yang terhubung dengan identitas pelaku
  • Menerapkan Enhance Due Diligence (EDD) untuk deteksi lebih ketat
  • Meningkatkan pengawasan terhadap rekening dorman yang bisa disalahgunakan

OJK juga terus berkoordinasi dengan perbankan untuk memperkuat parameter deteksi dini rekening yang terindikasi terlibat dalam aktivitas ilegal.

Pasar Modal Malang Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tahun politik di Indonesia, Pasar Modal Indonesia tetap menunjukkan ketahanan sepanjang 2024.

“Jumlah investor di wilayah kerja OJK Malang mencapai 297.815 Single Investor Identification (SID) pada Desember 2024, naik 13,23 persen yoy dari 263.021 SID pada tahun sebelumnya. Mayoritas atau 99,86 persen dari total investor merupakan investor individu, dengan 34,68 persen berdomisili di Kota Malang,” ungkap Biger.

“Minat terhadap obligasi ritel negara (SBN) juga tetap tinggi, tercermin dari kenaikan jumlah investor SBN sebesar 19,05 persen yoy menjadi 29.042 SID,” lanjutnya.

Di sektor reksa dana, jumlah nasabah meningkat drastis sebesar 164,27 persen yoy, dengan nilai transaksi tertinggi tercatat di:

  1. Kota Malang → Rp 296,53 miliar
  2. Kabupaten Malang → Rp 36,47 miliar

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi saham mencapai Rp 3,945 triliun pada Desember 2024, meningkat 34,25 persen yoy.

Layanan Konsumen OJK: Marak Pengaduan Soal Pinjol dan Investasi Ilegal

Sepanjang Januari 2025, OJK Malang telah menangani 140 layanan konsumen, terdiri dari:

  • 65 persen permintaan informasi
  • 35 persen pengaduan

Dari total pengaduan, Biger memaparkan 17,86 persen terkait pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong. Sebanyak 28,57 persen konsumen mengalami penipuan oleh oknum yang menjalankan pinjol ilegal dan investasi abal-abal.

Secara rinci, mayoritas layanan konsumen berkaitan dengan:

  • Permasalahan SLIK (16,43 persen)
  • Kasus penipuan (14,29 persen)

Dalam upaya meningkatkan transparansi, hingga akhir Januari 2025, OJK Malang telah memproses 1.119 permintaan informasi debitur melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), dengan 951 permintaan dilakukan secara luring dan 168 secara daring.

Perbankan Malang Maju, Pengawasan OJK Diperketat

Sepanjang 2024, perbankan di wilayah kerja OJK Malang mencatat pertumbuhan yang kuat, dengan kredit dan DPK meningkat melampaui angka nasional. Pasar modal juga tetap stabil meskipun ada tantangan global dan politik domestik.

“Namun, tantangan lain juga muncul, terutama terkait maraknya judi online dan pinjaman online ilegal, yang mendorong OJK memperketat pengawasan dan penegakan aturan. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan industri keuangan di Malang tetap sehat, stabil, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tutup Biger. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *