google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Lanal Malang Dukung Peringatan Hari Kebudayaan Nasional di Situs Wurandungan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Semangat pelestarian budaya dan kecintaan terhadap warisan leluhur kembali menggema di Kota Malang. Untuk pertama kalinya, Hari Kebudayaan Nasional akan digelar di Situs Wurandungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Yang membuat acara ini semakin istimewa, adalah dukungan penuh yang datang langsung dari Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Malang, Kolonel Laut (P) Agus Haryanto, S.E.

Kegiatan besar ini bukan sekadar seremoni budaya. Ia adalah momentum penting yang mempertemukan semangat kebangsaan, kepedulian lingkungan, dan kekuatan gotong royong masyarakat Malang Raya. Tak hanya menampilkan ragam pertunjukan budaya khas Nusantara, peringatan ini juga akan dirangkai dengan penanaman pohon langka, di antaranya Jampinang (pohon Pancasila), Pule, serta sejumlah pohon endemik lokal yang kian langka keberadaannya.

Dukungan Penuh dari Lanal Malang

Dalam audiensi bersama panitia penyelenggara di kantor Lanal Malang, Kamis (9/10/2025), Kolonel Agus Haryanto menegaskan komitmennya untuk turut menyukseskan agenda budaya nasional tersebut.

“Saya sangat mendukung sekali kegiatan ini. Semoga kolaborasi antara Lanal Malang dan para pelaku budaya di Malang Raya bisa membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Ini adalah wujud kecintaan kita terhadap budaya, alam, dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan,” kata Agus.

Sikap terbuka dan partisipatif Agus bukan hal baru. Selama ini, perwira TNI AL yang dikenal dekat dengan masyarakat itu aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan hidup.

“Dukungan Lanal Malang bukan hanya simbolik, melainkan bentuk nyata kolaborasi antara unsur pertahanan negara dengan komunitas budaya, demi menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa,” jelas Agus.

Situs Wurandungan, Jejak Sakral yang Dihidupkan Kembali

Ketua Panitia Hari Kebudayaan Nasional Malang, Rudi Harianto, yang juga Kepala Dusun Bendungan, menjelaskan bahwa kegiatan ini berakar dari semangat menjaga dan menghidupkan kembali Situs Wurandungan sebuah lokasi bersejarah yang menyimpan jejak spiritual dan nilai-nilai budaya tinggi.

“Situs Wurandungan adalah warisan budaya yang harus dijaga, dikembangkan, dan dilestarikan. Ini sumber nilai-nilai luhur, adat istiadat, dan ilmu pengetahuan yang sangat berharga,” jelasnya.

Rudi menuturkan situs ini telah lama dikenal masyarakat Landungsari sebagai tempat sakral yang mengandung nilai historis tinggi. Dulu, kawasan ini diyakini menjadi lokasi penting dalam perjalanan peradaban Jawa Timur kuno.

“Melalui peringatan Hari Kebudayaan Nasional, masyarakat Malang Raya berharap situs ini kembali mendapatkan perhatian nasional sebagai simbol kearifan lokal dan semangat kebudayaan yang hidup,” sebut Rudi.

Momentum Bangkitnya Semangat Kebudayaan Nasional

Rudi membeberkan peringatan Hari Kebudayaan Nasional kali ini menjadi momen bersejarah, sebab baru pertama kali dilaksanakan setelah Kementerian Kebudayaan RI menetapkannya secara resmi. Artinya, kegiatan di Landungsari bukan hanya acara lokal, tetapi bagian dari agenda nasional untuk menghidupkan kembali semangat kebudayaan yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.

“Ini momentum penting untuk membangkitkan semangat pelestarian budaya bangsa. Mari kita jadikan dari Situs Wurandungan ini sebagai titik awal untuk menggelorakan semangat menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya nasional,” sebut Rudi menegaskan.

Berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, komunitas budaya, pelajar, hingga aparat TNI, akan bersatu dalam peringatan ini. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan Rudi mampu menciptakan kesadaran kolektif bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab lembaga budaya, tetapi tanggung jawab seluruh anak bangsa.

Dari Malang untuk Indonesia

Peringatan Hari Kebudayaan Nasional di Situs Wurandungan diharapkan Agus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk mengangkat potensi lokalnya. Sebab, budaya bukan sekadar tarian atau ritual, melainkan identitas, sejarah, dan napas kehidupan bangsa.

Dukungan Lanal Malang menandai babak baru dalam hubungan antara militer dan kebudayaan kekuatan bangsa tidak hanya lahir dari ketegasan di medan tempur, tetapi juga dari keberanian menjaga warisan leluhur.

Sebagaimana dikatakan Kolonel Agus, “Cinta tanah air tak hanya ditunjukkan dengan menjaga kedaulatan wilayah, tapi juga dengan melestarikan budaya dan alamnya.”

“Dengan semangat itu, Landungsari bukan sekadar menjadi tuan rumah peringatan Hari Kebudayaan Nasional, melainkan simbol kebangkitan kesadaran budaya Indonesia dari jantung Malang Raya tempat di mana sejarah, alam, dan kebudayaan berpadu dalam harmoni,” pungkas Agus. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *