google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Lapasila UM Susun Strategi Baru Aktualisasikan Pancasila di Era Digital

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Di tengah perubahan sosial yang kian cepat dan sulit diprediksi, upaya mengontekstualisasikan Pancasila menghadapi tantangan baru. Nilai-nilai dasar bangsa ini dituntut tetap relevan sebagai kompas untuk mewujudkan janji kemerdekaan. Menyikapi dinamika tersebut, Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang (Lapasila UM) merilis artikel berjudul “Repositioning of the UM Pancasila Laboratory: Building a Center of Excellence for Multicultural and Local Excellence in the Digital Era”.

Ketua Lapasila UM, Akhirul Aminullah, menegaskan penelitian ini menempatkan keragaman budaya dan nilai-nilai lokal sebagai kunci penting untuk memahami jati diri Indonesia di era yang semakin kompleks.

“Keragaman dan lokalitas adalah aset tak berwujud yang selama ini justru menjadi kekuatan bangsa. Keduanya perlu digali lebih dalam agar kita bisa kembali melihat siapa kita sebagai sebuah nation,” ucap dosen Ilmu Komunikasi tersebut.

Lapasila UM yang telah berdiri lebih dari setengah abad dinilai memiliki modal historis dan legitimasi akademik yang kuat untuk terlibat lebih aktif dalam wacana Pancasila kontemporer. Pemanfaatan ruang digital disebut sebagai peluang besar untuk memperluas pengaruh sekaligus memberikan perspektif baru di ruang publik.

Namun, penelitian ini juga mengungkap sejumlah persoalan internal yang menghambat optimalisasi peran lembaga tersebut. Irul mengakui masih terdapat kelemahan mendasar yang perlu segera dibenahi.

“Kami menyadari ada beberapa tantangan serius, seperti lemahnya manajemen kelembagaan, rendahnya produktivitas riset, dan belum adanya strategi digital yang matang. Ini menjadi pekerjaan penting yang harus kami selesaikan,” ungkapnya.

Menjawab tantangan itu, para peneliti Lapasila UM merumuskan empat rekomendasi utama. Pertama, percepatan transformasi digital sebagai fondasi untuk memperkuat produksi pengetahuan dan memperluas jangkauan. Kedua, penerapan pendekatan interdisipliner agar gagasan Pancasila mampu bersentuhan dengan berbagai bidang ilmu. Ketiga, penguatan jejaring kolaboratif dengan lembaga nasional maupun internasional. Keempat, reformasi kelembagaan berbasis inovasi untuk meningkatkan tata kelola dan produktivitas riset.

Irul meyakini, strategi tersebut dapat mengembalikan posisi Lapasila UM sebagai salah satu pusat kajian Pancasila terkemuka di Indonesia.

“Jika reformasi ini berjalan konsisten, saya optimistis Lapasila UM akan kembali berbicara banyak di tingkat nasional. Kami ingin menawarkan pendekatan yang lebih strategis: mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila secara kontekstual dan berkelanjutan di tengah dinamika masyarakat multikultural,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *