Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Melalui Technopreneur, Wakil Ketua DPRD Kota Malang Dorong UMKM Naik Kelas

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Upaya serius untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di era digital terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Malang. Pada Rabu, (14/5/2025), Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menggelar pelatihan bertajuk Technopreneur: Membangun Jaringan Pemasaran Online. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Tuwuh dan diikuti oleh 100 peserta yang merupakan pelaku UMKM dari berbagai penjuru Kota Malang.

Membuka Wawasan Digital Bagi UMKM

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan pelatihan ini dirancang sebagai solusi konkret bagi pelaku UMKM yang selama ini masih tertinggal dalam pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam aspek pemasaran. Dengan mengangkat tema technopreneur, kegiatan ini fokus membekali peserta dengan kemampuan praktis untuk menggunakan berbagai platform digital seperti marketplace, media sosial, dan strategi branding online.

“Diskopindag Kota Malang melihat adanya urgensi untuk menjembatani kesenjangan digital di kalangan UMKM. Transformasi digital dianggap bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan agar produk lokal bisa menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke luar negeri. Kami ingin agar para pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas. Teknologi adalah alat yang bisa membuka peluang itu,” kata Eko saat membuka kegiatan, Rabu (14/5/2025).

Dukungan DPRD untuk Akselerasi Digitalisasi

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, Trio Agus Purwono, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelatihan ini. Menurutnya, langkah Diskopindag sangat tepat di tengah perkembangan pesat e-commerce dan digital marketing.

“Kegiatan ini sangat membantu UMKM agar bisa naik kelas, terutama dalam memaksimalkan pemasaran secara online. Kami sangat mendorong agar UMKM semakin familiar dengan penggunaan marketplace, mengingat potensi pasar online yang masih sangat besar,” ujar Trio.

Ia juga menekankan pelatihan semacam ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berhenti di satu kali pertemuan.

“Kolaborasi dengan berbagai platform besar seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok dinilai sebagai langkah strategis untuk memberikan dampak nyata kepada pelaku usaha,” tutur Trio.

Lebih lanjut, Trio menyarankan agar Pemerintah Kota Malang menyediakan ruang atau co-working space khusus bagi UMKM digital.

“Tempat tersebut dapat difungsikan sebagai pusat pelatihan, bimbingan, hingga konsultasi teknis bagi UMKM yang ingin go digital,” jelas Trio.

Harapan Besar untuk UMKM Naik Kelas

Transformasi digital UMKM merupakan tantangan sekaligus peluang. Meski masih banyak pelaku usaha kecil yang belum familiar dengan teknologi, Eko mengungkapkan Diskopindag optimistis bahwa melalui pelatihan yang berkelanjutan dan dukungan lintas sektor, UMKM di Kota Malang bisa lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

“Bagi para peserta, pelatihan ini menjadi pintu masuk untuk memahami seluk-beluk pemasaran digital mulai dari membuat katalog produk, mengambil foto produk yang menarik, hingga membuat konten promosi yang sesuai dengan algoritma media sosial dan e-commerce,” terang Eko.

Menuju Ekosistem Digital yang Inklusif

Dengan adanya pelatihan Technopreneur ini, Trio berharap akan terbentuk ekosistem UMKM digital yang inklusif. Bukan hanya sekadar melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara strategis untuk memperluas jaringan pasar, meningkatkan omzet, dan memperkuat branding produk lokal Malang.

“Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar dalam membangun ketahanan ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor UMKM, yang selama ini terbukti menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ungkap Trio.

Sinergi untuk Masa Depan Ekonomi Digital

Digitalisasi UMKM ditekankan Trio bukan hanya pekerjaan pemerintah, tapi juga memerlukan sinergi dari semua pihak legislatif, swasta, akademisi, dan pelaku usaha itu sendiri.

‘Kota Malang telah memulai langkah penting itu, dan pelatihan ini menjadi bukti nyata dari komitmen bersama untuk membawa UMKM naik kelas, tidak hanya di pasar lokal, tapi juga di kancah nasional bahkan internasional,” tutup Trio. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *