google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Musim Hujan Tantang Pariwisata Kota Malang Jelang Nataru, Begini Penjelasan Kadisporapar

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Musim penghujan kembali menjadi ujian serius bagi sektor pariwisata Kota Malang. Cuaca yang nyaris setiap hari dilanda hujan membuat pergerakan wisatawan menurun, terutama bagi mereka yang biasanya datang untuk menikmati ruang-ruang terbuka, kuliner malam, dan berbagai destinasi alam yang menjadi daya tarik kota ini. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengakui bahwa tren kunjungan wisatawan ikut terpengaruh oleh perubahan cuaca yang berlangsung sejak awal November.

Wisatawan Mulai Mengurangi Pergerakan, Dampak Hujan Mulai Terlihat

Baihaqi menjelaskan hujan deras berhari-hari menjadi faktor utama penurunan mobilitas masyarakat. Wisatawan yang biasanya menghabiskan waktu berkeliling Kota Malang kini cenderung menahan diri.

“Saat musim hujan ini, pergerakan orang untuk keluar rumah pasti berkurang. Wisatawan biasanya menunda perjalanan sampai kondisi membaik,” ujarnya.

Meski demikian, Disporapar belum merilis data resmi mengenai berapa besar penurunan kunjungan akibat cuaca tersebut. Pendataan tengah berlangsung seiring upaya Pemerintah Kota Malang untuk memastikan target kunjungan wisatawan tahun 2025 tetap tercapai.

Target 3,3 Juta Wisatawan 2025, Baru Tercapai 77 Persen

Pemkot Malang memasang target ambisius: 3.337.468 kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025. Angka tersebut lebih tinggi sekitar 10 persen dibandingkan target tahun 2024. Hingga minggu pertama November, realisasi kunjungan sudah mencapai 77,26 persen. Baihaqi optimistis capaian tersebut masih bisa didorong melalui berbagai program yang telah disiapkan hingga akhir tahun.

“Kenaikan target ini jadi tantangan sekaligus motivasi. Kami ingin Malang tetap kompetitif sebagai kota wisata, pendidikan, ekonomi, dan budaya,” terang Baihaqi.

Disporapar Siapkan Kegiatan Dorong Kunjungan Wisata

Untuk menjaga ritme kunjungan wisatawan, Disporapar menggelar berbagai agenda, termasuk lomba kicau mania dan gathering pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut tidak hanya untuk menarik kunjungan tetapi juga menguatkan komunitas, memperluas jejaring, dan mempromosikan potensi kreatif kota.

“Selain itu, momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipandang sebagai periode emas bagi sektor pariwisata. Oleh karena itu, Disporapar menyiapkan langkah strategis untuk memaksimalkan kunjungan pada momen tersebut,” sebut Baihaqi.

Persiapan Nataru: Penguatan Layanan, Antisipasi Macet, dan Tim Pantau Wisatawan

Menurut Baihaqi, koordinasi dengan Dinas Perhubungan sudah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas selama Nataru. Forum lalu lintas akan digelar untuk membahas rekayasa jalur, penambahan personel jaga, hingga mitigasi potensi kepadatan di titik-titik rawan.

Lebih jauh, Disporapar membentuk Tim Pantau Kunjungan Wisatawan. Tim ini bertugas memonitor situasi dan kualitas layanan di seluruh destinasi wisata. Mulai dari kenyamanan, keselamatan, kebersihan, hingga status risiko bencana hidrologi semua dipastikan berjalan optimal.

“Kami minta seluruh pengelola destinasi meningkatkan performa layanan. Musim hujan butuh kesiapsiagaan ekstra,” tegas Baihaqi.

Okupansi Hotel Masih Stabil, Industri Perhotelan Tetap Optimistis

Meski wisatawan menurun, okupansi hotel di Kota Malang tetap stabil. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, mengungkapkan bahwa hunian hotel rata-rata masih berada di atas 60 persen. Bahkan beberapa hotel mencatat okupansi hingga 80 persen pada akhir pekan.

“Untuk saat ini okupansi masih aman. Kegiatan rapat, konferensi, dan seminar di hotel tetap berjalan normal,” jelasnya.

Industri perhotelan kini tengah bersiap menyambut Nataru. Berbagai paket menginap, acara tematik, dan promosi digencarkan untuk menarik wisatawan domestik maupun luar daerah. Meski begitu, Agoes menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, terutama terkait potensi bencana seperti banjir dan longsor.

“Pengunjung mengutamakan keamanan dan kenyamanan. Maka kondisi kota harus tetap kondusif,” ujarnya.

Optimisme Menyambut Puncak Kunjungan Akhir Tahun

Dengan kesiapan Disporapar, dukungan pengelola destinasi, serta stabilnya sektor perhotelan, Kota Malang tetap optimistis menghadapi musim hujan. Meski cuaca menjadi tantangan, berbagai program strategis dan penataan layanan diharapkan mampu menjaga momentum pariwisata kota.

Baihaqi menutup dengan keyakinan bahwa Malang tetap menjadi magnet wisata Jawa Timur.

“Dengan kerja sama semua pihak, kami yakin pariwisata Malang tetap tumbuh, bahkan di tengah musim penghujan,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *