google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pasar Klojen Disulap Wali Kota Malang Jadi Destinasi Wisata Kuliner

  • Bagikan
Wali Kota Malang saat mengunjungi pasar Klojen Sabtu (5/4/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Suasana pagi di Pasar Klojen pada Sabtu (5/4/2025) tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara hiruk-pikuk pedagang dan pembeli, tampak sosok yang tak asing sedang berjalan santai menyusuri lorong-lorong pasar: Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. Didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kopindag) serta Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Pak Wahyu tampak menikmati suasana sambil menyapa para pengunjung yang tengah berbelanja atau sekadar sarapan pagi. Namun blusukan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Ada misi besar yang sedang digagas: menjadikan Pasar Klojen tak hanya sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai destinasi wisata kuliner dan budaya.

Pasar Klojen, Magnet Baru Wisatawan Lokal dan Luar Daerah

“Kita lihat langsung kondisi Pasar Klojen saat sedang ramai-ramainya, sekalian kulineran juga,” ujar Wahyu.

“Mumpung masih suasana liburan, kita manfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan mengevaluasi penataan tenant dan parkir,” tambah Wahyu.

Wali Kota Malang saat menyapa salah satu pengunjung pasar Klojen Sabtu (5/4/2025) (04/iKoneksi.com)

Menurut Wahyu, para pengunjung Pasar Klojen datang dari berbagai penjuru Indonesia. Banyak yang sedang mudik atau berwisata ke Kota Malang, lalu menyempatkan mampir ke pasar yang kini makin dikenal karena ragam kulinernya yang viral di media sosial.

“Ada yang belanja, ada yang hanya sarapan dan ngopi-ngopi santai. Ini potensi besar yang harus kita kelola dengan baik,” tutur mantan Sekda Malang itu.

Keseimbangan Tenant dan Penataan Ulang Pasar

Dari hasil pantauannya, Wahyu menilai komposisi antara lapak kuliner dan lapak bahan pokok seperti sayur, ayam, dan daging sudah cukup seimbang. Namun, masih dibutuhkan penataan yang lebih rapi agar antara zona kuliner dan zona bahan pokok tidak tercampur.

“Penataan zonasi ini penting agar pengunjung merasa lebih nyaman. Saat ramai seperti ini, dari pukul 07.00 sampai 09.00 pagi, semuanya harus tertata baik, termasuk soal parkir,” tegasnya.

Parkir Jadi Sorotan, Akan Diperluas dan Direkayasa

Salah satu sorotan utama dalam kunjungan tersebut adalah kondisi parkir di depan pasar yang kerap memicu kemacetan. Untuk itu, Wahyu langsung menginstruksikan Kepala Dishub Kota Malang untuk menata ulang area parkir.

“Kami akan berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas Kota Malang untuk merekayasa ulang sistem parkir di kawasan pasar, khususnya saat jam sibuk pagi. Targetnya, pengunjung tetap nyaman, lalu lintas tetap lancar,” jelasnya.

Pasar Modern Jadi Rujukan untuk Pasar Lain

Wahyu juga menyampaikan visinya agar konsep yang diterapkan di Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo bisa direplikasi di pasar-pasar tradisional lainnya di Kota Malang. Transformasi pasar menjadi tempat yang nyaman, bersih, dan multifungsi diyakini dapat memperkuat roda perekonomian lokal.

“Saya ingin agar pasar-pasar lain bisa meniru konsep ini. Bukan sekadar tempat belanja, tapi juga tempat wisata dan kuliner. Kalau pasarnya ramai, ekonomi masyarakat ikut menggeliat, dan pasar tetap eksis,” ungkap Wahyu dengan semangat.

Daya Tarik Baru di Tengah Kota

Langkah Wahyu ini menjadi sinyal positif bahwa wajah pasar tradisional akan terus dibenahi. Tak lagi kumuh, semrawut, dan sekadar tempat jual beli, tetapi disulap menjadi ruang publik yang nyaman, fungsional, dan layak dijadikan tujuan wisata.

“Pasar Klojen kini tengah bersiap menapaki babak baru. Bukan hanya sebagai pusat ekonomi rakyat, tapi juga sebagai destinasi kuliner dan budaya yang membanggakan. Kota Malang pun seolah menjawab tantangan zaman: mengangkat potensi lokal tanpa kehilangan jati diri,” pungkas Wahyu. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *