Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Rektor UB: Melangkah ke Dunia dengan Diplomasi Budaya Nusantara

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Dalam ajang Brawijayan Tosan Aji Internation Fest 2025 yang digelar di Kota Malang, Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo, mengungkapkan visi besarnya untuk mengglobalisasi budaya Nusantara melalui keris, sebuah warisan budaya yang diakui oleh UNESCO. Acara yang merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Brawijaya, Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kota Malang, serta komunitas budaya, ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional.

Widodo mengemukakan keberagaman budaya Indonesia, termasuk keris, wayang, dan batik, memiliki potensi luar biasa untuk dikenalkan kepada dunia. Keris, sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara, memiliki nilai sejarah dan filosofis yang mendalam. Melalui keris, dia membayangkan Indonesia bisa meraih perhatian global melalui industri hiburan, terutama film Hollywood dan anime.

Diplomasi Budaya: Menyongsong Globalisasi Keris

Dalam pemaparannya, Widodo menyampaikan globalisasi budaya tidak hanya bisa ditempuh melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui apa yang disebut dengan soft diplomacy atau diplomasi budaya. Negara besar seperti Amerika Serikat telah membuktikan hal ini melalui industri hiburan mereka, seperti film, fashion, dan makanan.

“Siapa yang tidak kenal Rambo? Itu adalah contoh sempurna dari soft diplomacy,” ujarnya, merujuk pada kesuksesan film-film Amerika yang telah mendunia.

Diplomasi budaya ini, menurutnya, memainkan peran penting dalam membangun citra negara dan memperkenalkan budaya lokal kepada dunia internasional. Jepang juga menjadi contoh sukses dalam mengusung budaya melalui media hiburan. Karakter ikonik seperti Doraemon dan film The Last Samurai telah memperkenalkan budaya Jepang, terutama samurai dan katana, ke seluruh dunia.

“Pendapatan Jepang dari produk budaya samurai dan katana mencapai 25 miliar dolar di akhir 2024, lebih besar daripada ekspor tekstil kita,” jelas Widodo.

Keberhasilan Jepang dalam meng globalisasi budaya mereka melalui soft diplomacy memberi inspirasi bagi Indonesia untuk melakukan hal yang serupa.

Menegaskan Identitas Budaya Nusantara

Widodo menegaskan Indonesia tidak kekurangan budaya yang layak diperkenalkan ke dunia.

“Kita punya keris, wayang, batik, dan banyak warisan budaya lain yang sudah diakui oleh UNESCO,” tekan Widodo.

Salah satu impian besar yang diungkapkan Rektor UB adalah bagaimana keris bisa menjadi bagian dari budaya populer global, bukan hanya sebagai objek seni, tetapi juga sebagai simbol yang digunakan dalam berbagai media hiburan, termasuk film dan anime.

“Saya membayangkan, bagaimana jika di film Star Trek, bukan katana yang digunakan oleh para tokoh, tetapi keris? Atau di dalam anime dan game yang berlatar belakang budaya Nusantara, keris bisa menjadi bagian penting dari cerita,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Hal ini merupakan gambaran ideal yang bisa memperkenalkan keris kepada audiens global dan sekaligus mengedepankan kekayaan budaya Indonesia. Widodo juga menambahkan era pemerintahan Presiden Prabowo adalah waktu yang tepat bagi Indonesia untuk bangkit dan memperkenalkan budaya Nusantara di kancah internasional.

“Ini adalah momentum yang sangat baik untuk kebangkitan budaya Indonesia melalui soft diplomacy. Kami berharap Universitas Brawijaya bisa terus berkontribusi dalam riset dan upaya ini,” seru Widodo.

Peran Festival Budaya dalam Memperkenalkan Keris

Brawijayan Tosan Aji Fest 2025 sendiri menjadi wadah penting bagi upaya ini. Festival budaya yang digelar di Gedung Samantha Krida ini menampilkan ratusan koleksi keris dari berbagai daerah di Indonesia, serta berbagai pertunjukan seni dan diskusi kebudayaan yang melibatkan ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.

“Festival ini bukan hanya tentang pameran keris, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa menggali dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan Indonesia kepada dunia,” tekan Widodo.

Acara ini juga menjadi sarana penting untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya keris, yang diharapkan bisa menjadi bagian dari identitas global Indonesia di masa depan.

“Kami mengundang para pegiat budaya dan masyarakat luas untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan impian ini,” beber Widodo.

Kolaborasi dan Dukungan Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Widodo juga menerangkan pentingnya dukungan dari semua pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan, untuk memastikan upaya ini berjalan dengan sukses.

“Dengan dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan dan berbagai pihak terkait, kami yakin budaya Nusantara, terutama keris, bisa mendapatkan tempat di dunia internasional,” tutur Widodo

Sebagai penutup, Widodo menyampaikan optimisme bahwa Universitas Brawijaya, dengan peran pentingnya dalam pengembangan budaya dan penelitian, akan terus berupaya untuk membawa kebudayaan Indonesia ke kancah global.

“Ini bukanlah akhir, tetapi sebuah awal untuk perjalanan panjang dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia,” tutupnya dengan penuh harapan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *