google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sujud Hariadi: MDP Jawab Persoalan Data Wisatawan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Mobile Data Positioning (MDP) sebagai metode penghitungan kunjungan wisatawan yang digagas Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu. Menurutnya, penggunaan teknologi berbasis data seluler tersebut menjadi langkah maju untuk menghasilkan data pariwisata yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sujud menilai, selama ini penghitungan wisatawan kerap menghadapi persoalan akurasi, terutama ketika mengandalkan titik-titik tertentu yang tidak sepenuhnya merepresentasikan kunjungan ke destinasi wisata. Karena itu, inovasi MDP dinilai mampu menjawab kebutuhan data yang presisi bagi pengembangan sektor pariwisata Kota Batu.

“Saya sepakat dengan gagasan yang dibuat oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu jika menghitung wisatawan melalui MDP. Dalam penggunaan MDP ini akan memanfaatkan salah satu jaringan telekomunikasi yang ada, sehingga hitungan wisatawan menjadi lebih akurat,” kata Sujud kepada iKoneksi.com, Sabtu (10/12/2025).

Ia mengungkapkan, dirinya telah menyaksikan langsung cara kerja sistem MDP. Melalui pemantauan di layar monitor, pergerakan wisatawan di Kota Batu dapat terlihat secara real time, termasuk distribusi kunjungan ke berbagai wilayah dan durasi tinggal wisatawan.

“Saat digunakan itu kelihatan semua pergerakan wisatawan di Kota Batu. Bahkan bisa dilihat secara langsung berapa jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung,” jelasnya.

Menurut Sujud, kemampuan MDP dalam mendeteksi wisatawan mancanegara (wisman) menjadi terobosan penting. Selama ini, data wisman di Kota Batu dinilai belum pernah tercatat secara akurat, karena sering kali bergantung pada pencatatan manual atau asumsi di lapangan.

“Data wisman ini sebelumnya belum pernah seakurat ini. Saya sendiri sempat kaget, karena MDP bisa menunjukkan adanya warga negara Tiongkok dan Taiwan yang berkunjung dan menginap di Kota Batu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, secara fisik wisatawan asing, khususnya dari Tiongkok, kerap sulit dibedakan dengan warga negara Indonesia keturunan Tionghoa. Dalam kondisi normal, identifikasi hanya bisa dilakukan dengan memeriksa dokumen identitas secara langsung.

“Kalau secara fisik kan hampir sama. Untuk memastikan biasanya harus melihat identitas. Tapi dengan MDP, pelacakan dilakukan melalui nomor ponsel, sehingga bisa diketahui tanpa harus melihat kartu identitas,” ucapnya.

Selain mendukung penggunaan MDP, Sujud juga mengapresiasi keputusan Dinas Pariwisata Kota Batu yang tidak lagi menjadikan Alun-Alun Kota Batu sebagai salah satu titik penghitungan kunjungan wisatawan. Menurutnya, alun-alun tidak mencerminkan angka kunjungan yang sebenarnya.

“Saya setuju Alun-Alun Kota Batu dihapus sebagai titik penghitungan. Lokasi itu tidak akurat, karena wisatawan yang sudah berkunjung ke destinasi seperti Jatim Park, Selecta, atau wisata petik apel, hampir pasti malam harinya mampir ke alun-alun,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Sujud menilai penghitungan di alun-alun justru berpotensi menimbulkan data ganda dan bias, karena wisatawan yang sama bisa tercatat lebih dari sekali.

Lebih jauh, Sujud menyebut hadirnya Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu yang baru membawa angin segar bagi pengelolaan sektor pariwisata. Latar belakang kepala dinas yang sebelumnya bertugas di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dinilai berpengaruh terhadap lahirnya inovasi berbasis teknologi.

“Saya melihat kepala dinas pariwisata yang baru ini memiliki gagasan yang segar. Indikatornya jelas, salah satunya melalui penggunaan MDP,” terang dia.

Ia berharap, ke depan akan muncul inovasi-inovasi lain yang tidak hanya berfokus pada penghitungan wisatawan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas layanan dan kunjungan wisata ke Kota Batu secara berkelanjutan.

“Saya berharap ada gagasan lainnya, sehingga kunjungan wisatawan ke Kota Batu bisa terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha pariwisata,” pungkas Sujud.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *