Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

UM Perluas Kolaborasi Internasional untuk Inovasi Riset Soshum

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Universitas Negeri Malang (UM) terus mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan terkemuka yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga aktif menjalin hubungan internasional. Pada Senin (10/2/2025), Pustakafe UM menjadi saksi berlangsungnya diskusi ilmiah bertajuk Serba-Serbi Riset Sosial Humaniora di Eropa, yang menghadirkan dua narasumber dari Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) Belanda, yaitu Dr. Taufiq Hanafi dan Drs. Ireen Hoogenboom.

Diskusi yang dihadiri oleh berbagai kalangan sivitas akademika UM ini bertujuan untuk memperkaya wacana riset sosial humaniora dengan perspektif internasional. Drs. Ireen Hoogenboom, yang menjadi salah satu narasumber, memaparkan panjang lebar mengenai peran KITLV, lembaga penelitian yang telah berdiri sejak 1851. Lembaga ini berfokus pada penelitian kondisi masa kini dan masa lalu wilayah bekas koloni Belanda.

“Sejak tahun 1969, KITLV telah memiliki perwakilan di Jakarta dan menjalin kerjasama dengan berbagai universitas di Indonesia, termasuk UM,” terang Ireen.

Sebagai lembaga yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, UM terus memperluas kolaborasinya dengan lembaga internasional untuk mendorong inovasi riset di bidang sosial humaniora. Dr. Nurenzia Yanuar, M.A., Kepala UPT Perpustakaan UM, menyatakan diskusi ini sangat penting dalam membuka wawasan baru bagi para akademisi UM.

“Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan kami pada cara-cara riset internasional, tetapi juga mendorong terciptanya penelitian baru yang lebih inovatif,” ujar Nurenzia.

Selain berbagi pengalaman dalam bidang riset sosial humaniora, diskusi tersebut juga membahas sejumlah tantangan yang dihadapi para peneliti. Evi Eliyanah, S.S., M.A., Ph.D., Direktur Hubungan Internasional UM, menyoroti pentingnya penelitian lintas disiplin.

“Saat ini, tema penelitian yang menggabungkan sains dan teknologi (saintek) dengan sosial humaniora (soshum) semakin diminati karena relevansinya yang tinggi dengan tantangan global,” ungkap Evi.

Kolaborasi antara UM dan KITLV ini juga sejalan dengan pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin keempat (Quality Education) yang memastikan pendidikan berkualitas dan inklusif, serta poin kesembilan (Industry, Innovation, and Infrastructure) yang mencerminkan dukungan terhadap inovasi dalam riset sosial humaniora.

“Diharapkan, kemitraan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara UM dan lembaga internasional, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas riset di tingkat global. Dengan begitu, riset-riset yang dihasilkan di UM dapat berdampak positif dalam menjawab tantangan sosial global, serta turut berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan dunia,” terang Evi.

“Ke depan, UM berkomitmen untuk terus mengembangkan kerja sama internasional ini, guna memajukan riset sosial humaniora yang lebih inovatif dan berbasis pada perkembangan global yang dinamis,” tukas Evi. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *