google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UMM Hadirkan Zombie Fort Sengkaling: Wahana Inovatif yang Menguji Adrenalin

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membuat gebrakan dalam dunia pendidikan dan industri kreatif. Kali ini, inovasi terbaru mereka hadir dalam bentuk wahana hiburan bertema horor, Zombie Fort Sengkaling, yang resmi dibuka pada Sabtu (29/3/2025). Berlokasi di area Sengkaling Kuliner, wahana ini merupakan hasil kolaborasi antara UMM dengan Teka Teki World serta sejumlah mitra lainnya. Tidak hanya sekadar hiburan, proyek ini bertujuan untuk mengembangkan industri kreatif berbasis digital sekaligus menghadirkan pengalaman bermain yang imersif dan interaktif.

Kolaborasi Strategis untuk Kemajuan Ekonomi Kreatif

Peluncuran wahana ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM sekaligus Penasihat Presiden, Prof. Muhadjir Effendy, serta CEO Teka Teki World, Anung Suparno. Dalam kesempatan tersebut, CEO Teka Teki World, Anung Suparno, menekankan peran besar industri kreatif dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Industri kreatif memiliki entry barrier yang tinggi dan pasar yang cenderung oligopolistik. Oleh karena itu, kita harus mampu membangun rantai distribusi sendiri. Wahana ini adalah salah satu langkah strategis untuk menciptakan ekosistem yang lebih mandiri serta mengenalkan talenta lokal Malang ke kancah nasional dan internasional,” jelas Anung.

Sektor ekonomi kreatif memang semakin mendapat perhatian serius dari pemerintah, terbukti dengan penyebutannya sebanyak 20 kali dalam program Asta Cita.

“Hal ini mencerminkan keyakinan bahwa industri kreatif akan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi di masa depan,” kata Anung.

Zombie Fort Sengkaling: Wahana Bertema yang Selalu Berubah

Salah satu keunikan Zombie Fort Sengkaling adalah konsepnya yang berbasis Intellectual Property (IP). Tema dalam wahana ini akan mengalami perubahan setiap tiga bulan sekali, sehingga selalu menawarkan pengalaman baru bagi para pengunjung.

“Selain itu, proyek ini juga mendorong distribusi konten kreatif dalam berbagai format, seperti gim, animasi, hingga produk digital lainnya,” tegas Anung.

Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, menegaskan pentingnya mengintegrasikan unsur alam dan teknologi dalam membangun ekosistem wisata pendidikan.

“Kami ingin menjadikan Taman Rekreasi Sengkaling sebagai pusat pengembangan industri kreatif berbasis digital. Harapannya, wahana ini tidak hanya menjadi tempat hiburan semata, tetapi juga mampu menarik minat masyarakat untuk lebih mengenal industri kreatif dan teknologi,” tutur Nazaruddin.

Sensasi Mencekam di Dunia Zombie

Sebagai wahana yang menggabungkan unsur escape room, role-playing, dan live-action, Zombie Fort Sengkaling menyajikan pengalaman unik yang menguji keberanian, strategi, dan kerja sama tim. Wahana ini mengisahkan invasi zombie dari lapisan ozon, dengan karakter utama Aurora, seorang ilmuwan yang berusaha menyelamatkan dunia. Pemain akan menghadapi serangkaian teka-teki yang harus dipecahkan dalam waktu 45 menit, dengan tim yang terdiri dari 2-6 orang.

“Lebih dari sekadar hiburan, Zombie Fort Sengkaling adalah hasil kolaborasi para kreator lokal, mulai dari penulis skenario, desainer gim, hingga spesialis efek visual dan audio. Perpaduan teknologi canggih dan konsep cerita yang menarik menjadikan wahana ini sebagai yang pertama di Indonesia dalam genre serupa,” terang Nazaruddin

Bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman lebih mendalam, tersedia juga permainan berbasis Virtual Reality (VR) dengan harga tiket Rp 20.000, sementara wahana utama Zombie Fort Sengkaling dapat dinikmati dengan harga Rp 60.000 per orang.

“Wahana ini terbuka bagi pengunjung berusia 10 tahun ke atas, dengan pendampingan khusus untuk anak-anak di bawah usia tersebut,” ucap Nazaruddin.

Dampak Positif bagi Industri Kreatif Indonesia

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM sekaligus Penasihat Presiden, Prof. Muhadjir Effendy menilai sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah sangat penting dalam mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Menurutnya, potensi budaya yang kaya harus terus dikembangkan menjadi produk kreatif yang mampu bersaing di pasar global.

“Dengan inovasi seperti ini, kita bisa memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia dan masuk ke pasar dunia. Kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak akan semakin mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasis teknologi,” ungkap Muhadjir.

Kehadiran Zombie Fort Sengkaling membuktikan bahwa inovasi dalam dunia hiburan tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak industri kreatif dan digital.

“Dengan adanya wahana ini, diharapkan lebih banyak talenta lokal yang muncul dan mampu membawa industri kreatif Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Muhadjir. (04/iKoneksi.com

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *