google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wali Kota Malang Apresiasi Lomba Tradisional Peringati HUT Kota Malang di Apel ASN

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba permainan tradisional dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang, yang dirangkai dalam apel rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Balai Kota Malang, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan nuansa berbeda dalam apel ASN. Selain menjadi agenda rutin, momen ini sekaligus dimanfaatkan untuk mengapresiasi partisipasi ASN dalam lomba dakon, orado, dan bola bekel yang digelar sebagai bagian dari perayaan HUT Kota Malang.

Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan kegiatan tersebut tidak sekadar hiburan, tetapi memiliki makna strategis dalam memperkuat nilai kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong di lingkungan pemerintahan.

“Melalui permainan tradisional, kita diajak untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas Kota Malang,” tutur Wahyu.

Ia menjelaskan, permainan tradisional tidak hanya mengandung unsur rekreasi, tetapi juga sarat nilai edukatif yang relevan dengan semangat pembangunan. Nilai-nilai seperti kekompakan, kerja sama, serta pantang menyerah dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan kota. Wahyu yang akrab disapa Pak Mbois juga menyampaikan apresiasi kepada para pemenang lomba. Ia berharap prestasi yang diraih dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus melestarikan budaya lokal.

“Selamat kepada para pemenang. Semoga ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga budaya dan memperkuat kebersamaan,” ucap dia.

Lebih lanjut, Wahyu menekankan kontribusi terhadap pembangunan tidak selalu harus diwujudkan melalui langkah besar. Menurutnya, upaya sederhana seperti menjaga budaya, mempererat hubungan sosial, dan menumbuhkan semangat positif di lingkungan kerja juga memiliki dampak signifikan.

Ia menambahkan, di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, masyarakat diingatkan untuk tidak melupakan akar budaya. Kota yang maju, kata Wahyu, bukan hanya ditandai oleh pembangunan fisik, tetapi juga kemampuan menjaga identitas dan karakter sosial.

“Permainan tradisional mengajarkan banyak nilai positif, mulai dari kekompakan, gotong royong, hingga sportivitas. Ini yang harus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Momentum HUT ke-112 Kota Malang yang mengusung semangat “ngalam melintas, bergerak tuntas, mbois berkelas” juga menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Malang berharap nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional dapat menjadi inspirasi dalam membangun lingkungan kerja yang lebih solid, produktif, dan penuh semangat gotong royong,” ungkap mantan Sekda Kabupaten Malang itu.

Apel yang dirangkai dengan penghargaan ini sekaligus menjadi simbol bahwa budaya lokal tetap memiliki ruang di tengah dinamika pemerintahan modern. Dengan menghidupkan kembali permainan tradisional, Pemkot Malang berupaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat karakter aparatur.

Di akhir kegiatan, Wahyu mengajak seluruh ASN untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari etos kerja sehari-hari, sehingga mampu mendorong terciptanya pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan kota yang berkelanjutan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *