Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

10 Ribu Ton Gabah Diserap Bulog Pematangsiantar Sepanjang 2025

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com — Perum Bulog Kantor Cabang Pematangsiantar mencatat capaian signifikan dalam penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani di wilayah kerjanya. Sepanjang tahun 2025, total gabah yang berhasil diserap mencapai 10.000 ton, menunjukkan peran aktif Bulog dalam menjaga stabilitas harga sekaligus menyerap hasil panen petani.

Kepala Cabang Perum Bulog Pematangsiantar, Berdian Damanik, menyampaikan bahwa penyerapan gabah paling tinggi terjadi pada bulan Maret 2025. Pada periode tersebut, Bulog mampu menyerap sekitar 2.000 ton GKP dari petani.

“Paling banyak itu di bulan Maret, mencapai sekitar 2.000 ton,” kata Berdian.

Ia menjelaskan, selain Maret, penyerapan gabah cukup tinggi juga terjadi pada bulan April dan November. Pada April, Bulog mencatat serapan sekitar 800 hingga 830 ton, sementara pada November angkanya meningkat signifikan di kisaran 1.500 hingga 1.800 ton.

Menurut Berdian, fluktuasi penyerapan tersebut sangat dipengaruhi oleh masa panen dan kualitas gabah yang dihasilkan petani. Ia menegaskan bahwa kualitas gabah menjadi faktor penting dalam menentukan besaran serapan.

“Gabah yang masuk semakin berkualitas, tentu rendemennya semakin bagus. Itu sangat berpengaruh,” ucapnya.

Menjelang tahun 2026, Berdian menyebutkan bahwa target penyerapan gabah untuk Bulog Pematangsiantar belum ditetapkan secara resmi. Namun, secara nasional, pemerintah telah menaikkan target penyerapan gabah dari sebelumnya 3 juta ton menjadi 4 juta ton.

“Target nasional sudah dinaikkan menjadi 4 juta ton. Nantinya akan di-breakdown ke provinsi dan wilayah kerja, termasuk ke kami. Untuk daerah, masih menunggu penetapan,” jelasnya.

Meski belum ada angka resmi, Berdian optimistis target penyerapan di wilayah Pematangsiantar pada 2026 akan berada di atas capaian 2025. Menurutnya, penetapan target biasanya merujuk pada realisasi tahun sebelumnya.

“Kalau melihat capaian 10.000 ton ini, kemungkinan target ke depan ya di atas itu,” ujarnya.

Untuk mendongkrak serapan, Bulog menilai dibutuhkan kerja kolektif lintas sektor, mulai dari petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dinas pertanian, hingga dinas pangan. Harga gabah yang masih relatif menarik juga dinilai menjadi salah satu faktor pendorong.

“Ini kerja bersama. Dari bibit, cara tanam, sampai hasil panen. Semua saling berkaitan,” pungkasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *