google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

20 Tahun Jalan Tak Tersentuh, Patar Desak Pemkot Pematangsiantar Tuntaskan Rabat Beton Sukamulia

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Keluhan warga Dusun Sukamulia, Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar, soal jalan yang tak kunjung tuntas kembali mencuat.

Anggota Komisi I DPRD Kota Pematangsiantar, Patar Luhut Panjaitan, turun langsung menemui warga pada Senin (11/8/2026). Dalam pertemuan itu, warga mengeluhkan kondisi akses jalan yang disebut telah bertahun-tahun minim perhatian pemerintah.

Salah seorang warga, Silalahi, bahkan menyebut kondisi tersebut telah berlangsung sekitar 20 tahun.

“Saya itu heran dengan kinerja Wali Kota dari dulu bahkan hingga saat ini kerjanya hanya janji saja, mengenai realisasinya entah kapan dilakukan,” ujar Silalahi.

Rabat Beton Baru 100 Meter, Warga Minta Jangan Digantung

Patar kemudian menindaklanjuti keluhan tersebut dengan menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pematangsiantar. Ia meminta pembangunan rabat beton menjadi perhatian karena pekerjaan yang berlangsung saat ini dinilai belum mampu menjangkau seluruh akses yang dibutuhkan warga.

Berdasarkan peninjauan lapangan, rabat beton yang telah dikerjakan baru sekitar 90-100 meter. Sementara kebutuhan akses diperkirakan mencapai 180-200 meter agar jalan tersambung menuju kawasan tanah wakaf dan lahan pertanian masyarakat.

“Paling tidak jangan gantung. Kalau sudah dibangun, harus benar-benar tuntas dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegas Patar.

Menurutnya, jalan tersebut bukan sekadar akses menuju tanah wakaf. Infrastruktur itu juga menjadi jalur penting bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian seperti jagung dan padi.

“Kondisi jalan yang belum memadai bahkan membuat pengangkutan menuju kawasan tanah wakaf masih dilakukan secara manual. Warga disebut harus menggunakan tandu ketika membawa jenazah,” beber politisi Gerindra itu.

Warga Hibahkan Lahan, Administrasi Diminta Segera Beres

Persoalan lain muncul terkait status lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan. Salah seorang warga disebut telah bersedia memberikan sebagian tanahnya secara sukarela untuk kepentingan pembangunan. Namun, Patar mengingatkan proses administrasi dan legalitas tetap harus diselesaikan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kalau tanahnya sudah diberikan untuk kepentingan jalan, proses administrasinya harus jelas. Jangan sampai nanti anak cucunya mempertanyakan lagi. Harus menjadi bagian dari aset pemerintah,” sebut dia.

Ia meminta masyarakat melengkapi dokumen kepemilikan tanah yang diperlukan. Pemerintah juga didorong memastikan seluruh proses pengalihan lahan tercatat secara resmi.

Patar Dorong APBD Perubahan

Dinas PUPR Kota Pematangsiantar telah turun melakukan peninjauan. Pengukuran lapangan akan dilakukan untuk memastikan kebutuhan pekerjaan sekaligus menghitung tambahan anggaran yang diperlukan. Patar berharap peluang pembiayaan lanjutan dapat dibahas melalui APBD Perubahan, apabila memungkinkan secara mekanisme penganggaran.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur seharusnya tidak berhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Perencanaan harus diarahkan agar pekerjaan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sepanjang kami mendapat informasi dari rakyat, kami akan turun. Prinsip kami bekerja harus dari hati,” lugasnya

Menurut Patar, pembangunan jalan di Sukamulia harus dilihat berdasarkan kebutuhan masyarakat secara utuh. Jika pekerjaan membutuhkan anggaran lebih besar dan memenuhi ketentuan, pemerintah dapat menempuh mekanisme pengadaan sesuai aturan.

“Saya berharap pembangunan rabat beton tidak berhenti pada ruas yang telah dikerjakan, tetapi dilanjutkan hingga akses warga benar-benar tersambung dan mampu menunjang aktivitas pertanian maupun kebutuhan sosial masyarakat,” pungkas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *