google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Target Vaksin PMK Kota Batu Naik Jadi 20.500 Dosis, 91 Kasus Disebut Sembuh

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Batu memperketat perlindungan ternak dari ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK). Setelah menerima tambahan 8.000 dosis vaksin PMK tahap ketiga dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, target vaksinasi sepanjang 2026 kini meningkat menjadi 20.500 dosis.

Tambahan vaksin tersebut menjadi langkah lanjutan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu untuk mempertahankan kondisi peternakan setelah seluruh kasus PMK yang ditemukan sepanjang 2026 dilaporkan telah sembuh.

Kepala Distan-KP Kota Batu, Hendry Suseno, mengatakan tambahan vaksin sangat penting untuk mempertahankan kekebalan komunal pada populasi ternak.

“Tambahan vaksin ini penting untuk menjaga kekebalan komunal ternak sekaligus mencegah kemunculan kembali kasus PMK,” ucap Hendry.

Realisasi Hampir Tembus Target Awal

Hendry menuturkan sebelum mendapat tambahan vaksin, target vaksinasi PMK Kota Batu sepanjang tahun ini ditetapkan sebanyak 12.500 dosis. Hingga Juli 2026, realisasinya telah mencapai 12.454 dosis. Artinya, capaian vaksinasi hampir menyentuh target awal sebelum pemerintah menambah 8.000 dosis.

“Dengan tambahan tersebut, sasaran vaksinasi kini diperluas menjadi 20.500 dosis. Vaksinasi menyasar berbagai jenis ternak, mulai sapi perah, sapi potong, kambing hingga domba. Untuk mengejar target baru itu, Distan-KP menerapkan pola jemput bola. Petugas Pelapor Desa (Pelsa) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diterjunkan ke wilayah peternakan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi,” jelas dia.

Ia menekankan pemantauan juga dilakukan melalui komunikasi dengan peternak di tingkat desa. Setiap laporan gejala yang mengarah pada PMK ditindaklanjuti untuk mencegah penyebaran penyakit.

91 Kasus PMK Disebut Sudah Sembuh

Meski vaksinasi terus digenjot, Distan-KP menyebut kondisi PMK di Kota Batu saat ini relatif terkendali. Hendry mengungkapkan, sebanyak 91 kasus PMK yang ditemukan sejak awal 2026 seluruhnya telah sembuh. Kasus terakhir tercatat pada Juni 2026.

“Seluruh 91 kasus PMK yang ditemukan sejak awal 2026 telah sembuh. Kasus terakhir terjadi pada Juni lalu, sehingga saat ini Kota Batu dinyatakan nihil kasus aktif,” tutur dia.

Namun, status nihil kasus aktif tidak membuat pemerintah mengendurkan pengawasan. Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah lalu lintas ternak dari luar daerah. Potensi penularan masih diwaspadai, terutama dari wilayah Kabupaten Malang, Jombang, Blitar dan Mojokerto setelah momentum Iduladha.

“Karena itu, vaksinasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga daya tahan populasi ternak sekaligus mengantisipasi munculnya kasus baru,” lugasnya.

Vaksinasi PMK Bakal Rutin Dua Kali Setahun

Pemerintah Kota Batu menargetkan peningkatan cakupan vaksinasi tidak hanya berlangsung pada 2026. Program tersebut direncanakan menjadi agenda rutin dalam beberapa tahun ke depan. Hendry menyebut vaksinasi PMK akan dilakukan dua kali setiap tahun selama lima tahun berturut-turut sesuai standar kesehatan hewan.

“Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kekebalan ternak sekaligus memberikan perlindungan lebih panjang bagi peternak Kota Batu,” tekan dia

PMK sendiri merupakan penyakit hewan menular yang menyerang hewan berkuku belah, termasuk sapi, kambing dan domba. Penyakit ini dapat menimbulkan kerugian bagi peternak apabila penyebarannya tidak segera dikendalikan. Dengan tambahan 8.000 dosis, Distan-KP Kota Batu kini menghadapi pekerjaan baru: mengejar target 20.500 dosis sekaligus mempertahankan status Kota Batu tanpa kasus PMK aktif.

“Bagi pemerintah, vaksinasi bukan sekadar mengejar angka capaian, tetapi menjadi bagian dari strategi menjaga keberlangsungan usaha peternakan dan melindungi ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut,” tandas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *