google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tong-Tong Night Market Malang Suguhkan Nostalgia dan Inovasi Budaya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Suasana malam Kota Malang seolah dibawa kembali ke masa lampau lewat kemeriahan Tong-Tong Night Market 2025 yang digelar di pelataran The Shalimar Boutique Hotel, Jalan Cerme, pada 24 hingga 27 Juli 2025. Event tahunan ini kembali menyedot perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah dan bahkan mancanegara, menjadikan Malang sebagai panggung budaya yang tak hanya kaya sejarah, tapi juga inovatif dalam menyuguhkan hiburan bertema tradisi.

Event yang telah berlangsung sejak 2016 ini kembali hadir dengan konsep yang semakin matang dan menggugah. Mengusung tema Jalan Jajan Sore-Sore, pembukaan kali ini dilaksanakan pada sore hari, berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan suasana malam. Hadir dalam seremoni pembukaan sejumlah tokoh penting seperti Wakil Gubernur Jawa Timur, perwakilan dari kementerian, Wali Kota Malang, serta Managing Director The Shalimar Boutique Hotel, Lily Jessica Tjokrosetio.

Dalam sambutannya, Lily menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung berlangsungnya Tong-Tong Night Market selama hampir satu dekade. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian baru event ini, yakni masuk dalam daftar 110 besar Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, sebuah penghargaan nasional yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Event ini sudah berjalan sembilan tahun, dan tahun ini kami bersyukur karena Tong-Tong Night Market diakui sebagai salah satu magnet wisata budaya nasional dan internasional. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras komunitas, UMKM, dan penggiat budaya tidak sia-sia,” kata Lily.

Tong-Tong Night Market tahun ini menghadirkan lebih dari 50 booth UMKM dan komunitas, yang menyajikan beragam produk mulai dari kuliner tradisional nusantara, makanan khas Belanda, hingga jajanan jadul dan kerajinan tangan kreatif. Pengunjung pun disuguhi beragam hiburan yang membangkitkan rasa nostalgia, seperti pertunjukan Tari Topeng Malangan, musik keroncong, dangdut, hingga layar tancap film klasik.

Salah satu daya tarik utama dari event ini adalah sistem transaksi menggunakan “gulden”, mata uang zaman dulu yang ditukar dengan rupiah sebelum pengunjung bisa berbelanja di area event. Konsep ini terinspirasi dari festival Tong Tong Fair di Belanda dan sukses menciptakan pengalaman yang unik dan mengesankan bagi para pengunjung.

“Pembayaran pakai gulden ini bukan hanya seru, tapi juga membawa sensasi seperti kembali ke masa lalu. Anak-anak muda pun jadi tahu seperti apa suasana pasar malam zaman dulu,” jelas salah satu pengunjung asal Surabaya, Brily.

Suasana malam di sekitar The Shalimar terasa hidup dan penuh warna. Tidak hanya masyarakat lokal, banyak juga turis asing yang terlihat antusias menjelajahi booth demi booth sambil mencicipi ragam kuliner khas Indonesia. Selain memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner, event ini juga dinilai berhasil menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda, sekaligus menggerakkan roda ekonomi sektor UMKM lokal.

Lily menekankan bahwa keberadaan Tong-Tong Night Market bukan sekadar festival tahunan, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menjaga, merawat, dan melestarikan budaya. Event ini juga menjadi titik temu antara pelaku budaya, pengusaha kecil, dan masyarakat dalam satu perayaan budaya yang inklusif.

“Ini adalah ajang kolaborasi. Kita bawa semangat masa lalu, tapi tetap adaptif dan relevan untuk zaman sekarang. Konsep ‘hotel bintang lima, harga kaki lima’ yang kami usung juga bertujuan agar siapa saja bisa menikmati event ini tanpa sekat,” terang Lily menegaskan.

Tak hanya menjadi magnet wisata, Tong-Tong Night Market juga menegaskan perannya sebagai ikon budaya Kota Malang yang membanggakan.

“Dengan mengombinasikan unsur seni, sejarah, ekonomi kreatif, dan hiburan rakyat dalam satu wadah, event ini menjadi bukti bahwa nostalgia bukan sekadar kenangan, tetapi bisa menjadi kekuatan ekonomi dan budaya yang terus bertumbuh dan mengakar kuat di hati masyarakat,” tutup Lily. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *