google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tong Tong Night Market 2026 Resmi Dibuka, Angkat Budaya dan Ekonomi Kreatif Malang ke Panggung Nasional

  • Bagikan
Tong Tong Night Market 2026 resmi dibuka di The Shalimar Boutique Hotel Malang pada Kamis (30/7/2026)(Ausyah Dyah Novayanti Suep, iKoneksi.com)
banner 468x60
Tong Tong Night Market 2026 resmi dibuka di The Shalimar Boutique Hotel Malang pada Kamis (30/7/2026)(Ausyah Dyah Novayanti Suep, iKoneksi.com)

Kota Malang, iKoneksi.com – Tong Tong Night Market 2026 resmi dibuka di The Shalimar Boutique Hotel Malang pada Kamis (30/7/2026). Festival budaya dan kuliner yang telah memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan ini menghadirkan 30 tenant kuliner, 16 pelaku UMKM, serta enam komunitas kreatif. Event yang menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) untuk kedua kalinya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif di Jawa Timur.

Managing Director The Shalimar Boutique Hotel Malang, Lily Jessica Tjokrosetio, mengatakan Tong Tong Night Market berawal dari sebuah acara kecil yang digelar pada 2016 untuk menghidupkan kembali kuliner-kuliner khas Jawa Timur yang mulai sulit ditemukan. Saat pertama kali digelar, acara tersebut hanya menghadirkan enam hingga sepuluh tenant dengan jumlah pengunjung sekitar 400 orang. Kini, festival tersebut terus berkembang dan menjadi salah satu agenda wisata tahunan Kota Malang.

“Untuk tahun ini ada 30 stall makanan, ada 16 UMKM, dan ada enam komunitas yang join di Tong Tong. Angkanya setiap tahun bertambah. Harapan saya ke depan areanya bisa lebih besar lagi supaya kita bisa menggandeng semakin banyak UMKM setempat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan antusiasme pengunjung yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada 2024 jumlah pengunjung tercatat sekitar 6.000 orang, pada penyelenggaraan berikutnya berhasil mencapai hampir 21.000 pengunjung. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa Tong Tong Night Market memiliki daya tarik yang tidak hanya diminati masyarakat Malang, tetapi juga wisatawan domestik hingga mancanegara.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, S.Hut., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Tong Tong Night Market yang dinilai mampu menggabungkan budaya, sejarah, kuliner, seni, dan kreativitas dalam satu ruang yang berkualitas. Festival ini menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, Tong Tong Night Market bukan sekadar festival kuliner, tetapi ruang dialog lintas budaya yang mempertemukan berbagai elemen kreatif masyarakat. Festival yang terinspirasi dari Tong Tong Fair di Belanda tersebut dinilai berhasil menerjemahkan hubungan sejarah Indonesia dan Belanda menjadi pengalaman wisata budaya yang relevan dengan perkembangan industri kreatif saat ini.

Menurutnya, event seperti Tong Tong Night Market memiliki arti strategis bagi pengembangan ekonomi kreatif Jawa Timur. Festival ini menjadi etalase bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk-produk unggulan kepada masyarakat dan wisatawan.

“Di sinilah kuliner, kriya, fashion, musik, seni pertunjukan hingga produk-produk kreatif lokal memperoleh ruang promosi dan memperluas pasar. Konsep inilah yang terus kami dorong di Jawa Timur, bahwa setiap event pariwisata harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.

Iwan menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendukung berbagai ruang kreatif melalui penguatan promosi, peningkatan kualitas sumber daya manusia ekonomi kreatif, fasilitasi pemasaran, hingga penguatan jejaring pelaku usaha. Ia juga mengajak masyarakat untuk mencintai produk lokal dan membeli karya para pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata, Eni Komiarti, S.ST.Par., M.Si., mengatakan Tong Tong Night Market kembali terpilih menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara untuk kedua kalinya. Hal tersebut menjadi pengakuan atas kualitas, keunikan, serta kearifan lokal yang dimiliki festival tersebut.

“Tong-Tong Night Market bukan hanya sekadar hiburan rakyat, melainkan juga menjadi upaya nyata dalam merawat, menghidupkan, dan mewariskan nilai-nilai budaya, khususnya pelestarian kuliner khas di Kota Malang yang ditujukan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Ia berharap Tong Tong Night Market dapat terus tumbuh menjadi festival berkelas dunia yang mampu menarik lebih banyak wisatawan nusantara maupun mancanegara. Menurutnya, event daerah yang berkualitas menjadi salah satu instrumen penting dalam mencapai target kunjungan wisatawan nasional melalui penguatan kurasi program dan tata kelola penyelenggaraan event.

Melalui penyelenggaraan Tong Tong Night Market 2026, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas kreatif, dan pelaku UMKM diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Malang sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan ekonomi kreatif unggulan di Indonesia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *