google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Refleksi Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Kota Malang Perkuat Pendidikan Politik Kader Gen Z

  • Bagikan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita dalam acara memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Minggu (26/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)
banner 468x60
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita dalam acara memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Minggu (26/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)

Kota Malang, iKoneksi.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Malang menggelar Refleksi Kudatuli bertajuk “Kami Tidak Lupa” dalam rangka memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Minggu (26/7/2026) malam

Kegiatan yang diikuti pengurus DPC, PAC, ranting, anak ranting hingga kader muda ini menjadi ruang pendidikan politik dan penguatan ingatan sejarah perjuangan demokrasi bagi kader partai.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengatakan peringatan Kudatuli bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan lahirnya demokrasi di Indonesia yang diperjuangkan melalui keberanian melawan otoritarianisme.

“Kudatuli merupakan pengingat bahwa demokrasi tidak lahir dari kenyamanan, tetapi sering kali lahir dari keberanian untuk mempertahankan kebenaran. Refleksi hari ini dimaksudkan untuk menilik kembali sejarah dan memastikan kita tidak kehilangan ingatan kolektif terkait peristiwa tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, sebuah bangsa yang melupakan sejarah akan kehilangan arah. Hal yang sama juga berlaku bagi partai politik yang melupakan proses perjuangannya sehingga berpotensi kehilangan jati dirinya.

Amithya menjelaskan, refleksi sejarah menjadi penting mengingat komposisi kader PDI Perjuangan saat ini didominasi generasi muda. Bahkan secara internal, sekitar 40 persen struktur kepengurusan partai di berbagai tingkatan diisi oleh kader dari Generasi Z.

“Ini adalah bagian dari bagaimana partai memberikan kaderisasi dan pendidikan politik kepada kader-kadernya. Kami ingin generasi muda memahami bahwa perjuangan demokrasi yang dinikmati hari ini lahir dari proses panjang yang harus terus dijaga,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran akademisi sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan perspektif yang lebih kritis dan objektif mengenai Kudatuli sebagai bagian dari perjalanan demokrasi Indonesia.

Amithya berharap diskusi yang berlangsung tidak berhenti pada romantisme sejarah semata, melainkan mampu memperkuat kapasitas berpikir serta pemahaman ideologis kader PDI Perjuangan, khususnya kader yang baru bergabung dalam struktur partai.

“Forum ini adalah ruang belajar bersama. Harapannya, refleksi Kudatuli dapat menjadi penguat organisasi dan semakin meneguhkan komitmen PDI Perjuangan untuk terus hadir sebagai partai yang berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *